JurnalLugas.Com – Jumlah investor pasar modal Indonesia kembali mencetak tonggak baru. Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) per Kamis, 3 Juli 2025, total pemilik Single Investor Identification (SID) telah mencapai 17.016.329 orang.
Pencapaian ini tak hanya menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah, tapi juga telah melampaui target BEI untuk menambah dua juta investor baru sepanjang tahun 2025.
“Sejak 2020, investor pasar modal Indonesia tumbuh sangat cepat,” ungkap Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, Jumat (4/7/2025).
Pertumbuhan Investor Melesat Sejak Pandemi
Mengacu pada data historis, pada tahun 2020 jumlah SID masih berada di angka 3,8 juta. Namun, dalam lima tahun terakhir, jumlah tersebut meningkat drastis:
- 2021: Naik menjadi 7,4 juta SID (lonjakan 93%)
- 2022: Tumbuh 38% menjadi 10,3 juta SID
- 2023: Bertambah 1,9 juta menjadi 12,1 juta SID
- 2024: Naik 22,2% menjadi 14,8 juta SID
- 2025: Hingga Juli, melonjak ke 17 juta SID (naik 11,42%)
Dengan penambahan lebih dari 2,1 juta SID sejak awal tahun, tren pertumbuhan ini mengindikasikan peningkatan minat masyarakat terhadap instrumen investasi formal.
Strategi BEI: Edukasi & Kolaborasi
Jeffrey menjelaskan bahwa lonjakan jumlah investor tak lepas dari konsistensi BEI dalam menyelenggarakan edukasi keuangan. Selama semester I/2025, tercatat 8.922 kegiatan edukasi digelar oleh BEI secara luring dan daring.
Program edukasi tersebut mencakup:
- Sekolah Pasar Modal (SPM) Level 1 hingga 3
- Webinar dan seminar tematik
- Workshop investasi di berbagai wilayah
Kegiatan ini dilaksanakan melalui jaringan Area dan Kantor Perwakilan BEI yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Jeffrey, keberhasilan ini juga merupakan hasil dari sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, komunitas, hingga instansi pemerintah.
“Kolaborasi adalah kunci meningkatkan literasi keuangan nasional,” ujar Jeffrey.
Galeri Investasi Jadi Pilar Pengembangan
Dalam mendekatkan pasar modal ke masyarakat, BEI juga mengandalkan keberadaan Galeri Investasi (GI) yang kini hampir mencapai 1.000 titik di seluruh Indonesia. Galeri ini menjadi pusat informasi dan pelatihan investasi yang mudah diakses oleh publik.
Meski jumlah investor telah menembus 17 juta, Jeffrey mengingatkan bahwa angka tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia yang lebih dari 270 juta jiwa.
Namun, ia optimistis tren pertumbuhan akan terus berlanjut, terutama dengan dukungan teknologi digital dan layanan sekuritas yang semakin inklusif.
“Kemudahan akses digital sangat mendorong partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Komitmen Berkelanjutan BEI
Menatap masa depan, BEI bertekad mempertahankan momentum positif ini melalui penguatan strategi edukasi berbasis digital serta memperluas jangkauan kolaboratifnya.
“Kami akan terus menghadirkan program edukasi yang adaptif dan memperluas kemitraan strategis,” tutup Jeffrey.
Untuk informasi lengkap dan kabar terkini seputar pasar modal, kunjungi JurnalLugas.Com.






