JurnalLugas.Com – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato penting di hadapan parlemen Inggris, Selasa (8/7), yang menyoroti urgensi bagi Eropa untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada Amerika Serikat dan China.
Dalam pidato yang disampaikan di Westminster Hall, Macron menekankan perlunya membangun kemandirian strategis dan memperkuat solidaritas lintas benua pasca-Brexit.
“Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada dua kekuatan besar dunia. Eropa harus menjadi kekuatan penyeimbang,” ujar Macron dalam pidatonya, seperti dikutip dari sumber internasional.
Macron juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antara Inggris dan Uni Eropa. Ia menyebut kerja sama lintas negara tetap krusial meski Inggris telah resmi keluar dari Uni Eropa. “Brexit bukan akhir dari cerita. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan,” ucapnya.
Isu geopolitik global juga menjadi sorotan utama. Macron dengan tegas menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, menyusul eskalasi konflik yang terus memakan korban sipil. Ia juga menegaskan komitmen Prancis untuk terus mendukung perjuangan Ukraina menghadapi agresi Rusia. “Kami berdiri bersama rakyat Ukraina, hingga mereka mendapatkan kembali kedaulatan penuh atas wilayah mereka,” tuturnya.
Pidato Macron ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Eropa dalam menghadapi tantangan global, sekaligus merajut kembali hubungan strategis dengan Inggris pasca-perpisahan dari Uni Eropa.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting di tengah ketegangan global yang meningkat, mulai dari konflik Timur Tengah, krisis energi, hingga ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi.
Baca berita aktual dan tajam lainnya hanya di JurnalLugas.Com.






