JurnalLugas.Com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan mengalami cedera ringan akibat serangan rudal yang diduga dilancarkan oleh militer Israel ke wilayah Teheran pada 16 Juni 2025. Informasi tersebut disampaikan oleh kantor berita lokal Iran dan dikonfirmasi pada Sabtu (12/7).
Serangan tersebut terjadi saat Presiden Pezeshkian sedang mengikuti rapat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi di salah satu gedung strategis di ibu kota Iran. Dalam kejadian itu, beberapa pejabat senior lainnya juga dikabarkan mengalami luka-luka ringan. Pezeshkian sendiri mengalami cedera di bagian kaki ketika dievakuasi dari lokasi kejadian.
Menurut laporan media lokal yang mengutip sumber keamanan Iran, serangan rudal tersebut memiliki kemiripan dengan operasi militer sebelumnya yang menyebabkan tewasnya Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada September 2024 lalu di Beirut Selatan. Kala itu, fasilitas markas gerakan Syiah Lebanon tersebut dihantam langsung oleh rudal militer Israel.
“Serangan ini dilakukan dengan presisi tinggi. Enam rudal ditembakkan ke pintu masuk dan keluar gedung, tampaknya bertujuan menutup jalur evakuasi serta memutus aliran udara,” ungkap laporan tersebut.
Meskipun sistem kelistrikan di gedung sempat lumpuh total akibat ledakan, para pejabat berhasil dievakuasi menggunakan jalur darurat yang sebelumnya telah disiapkan sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
Diduga Ada Kebocoran Informasi Internal
Tingkat ketepatan koordinat serangan tersebut menimbulkan dugaan keterlibatan mata-mata di dalam struktur pemerintahan Iran. Media setempat menyebutkan bahwa otoritas keamanan saat ini sedang menyelidiki potensi kebocoran informasi dari pihak internal yang mungkin membantu jalannya operasi militer Israel.
“Investigasi sedang dilakukan terhadap kemungkinan adanya pengkhianat atau agen yang menyuplai informasi sensitif terkait lokasi dan jadwal pejabat tinggi negara,” ujar seorang analis militer Iran yang tak disebutkan namanya.
Ketegangan Regional Meningkat Tajam
Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian eskalasi yang terjadi antara Iran dan Israel sejak pertengahan Juni lalu. Pada 13 Juni, Israel meluncurkan serangan udara ke berbagai titik strategis di Iran, dengan dalih menghentikan program nuklir militer rahasia milik Teheran—klaim yang dibantah keras oleh pemerintah Iran.
Sebagai bentuk pembalasan, Iran segera menembakkan rudal ke beberapa wilayah di Israel. Aksi saling serang itu berlangsung selama hampir dua pekan dan mengakibatkan kerusakan signifikan di kedua belah pihak.
Situasi memanas ketika Amerika Serikat ikut campur dengan menyerang fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni. Serangan tersebut langsung dibalas Iran dengan meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar.
Namun demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pada 23 Juni, gencatan senjata antara Israel dan Iran akhirnya berhasil disepakati melalui mediasi tertutup yang difasilitasi oleh pihak ketiga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Pezeshkian mengenai kondisi kesehatannya pasca serangan, namun sumber internal menyebutkan bahwa ia sudah kembali menjalankan tugas-tugas pemerintahan secara terbatas.
Selengkapnya berita terkini hanya di JurnalLugas.Com






