Volkswagen Tutup Pabrik Raksasa di Nanjing China Usai 17 Tahun Produksi Ini Alasannya

JurnalLugas.Com – Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen, resmi menutup salah satu pusat perakitan terbesarnya di China, tepatnya di Kota Nanjing. Fasilitas yang dibangun bersama mitra lokalnya, SAIC Motor Corp, itu telah beroperasi selama 17 tahun dan memiliki kapasitas produksi hingga 360.000 kendaraan per tahun.

Penutupan ini muncul di tengah tekanan ketat pasar otomotif China, yang saat ini tengah mengalami transisi signifikan dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik (EV).

Bacaan Lainnya

Juru bicara Volkswagen menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian strategi bisnis perusahaan di pasar global. “Kami terus mengevaluasi keberlangsungan operasional di berbagai wilayah, dan penutupan ini adalah keputusan strategis dalam menghadapi tantangan pasar,” ujar perwakilan VW dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (15/7).

Baca Juga  AS Bakal Tarik Biaya dari Kapal China Dampaknya Bikin Dunia Geger

Menariknya, keputusan penutupan pabrik ini dilakukan setelah adanya kesepakatan tahun lalu antara Volkswagen dan serikat pekerja IG Metall Jerman untuk mempertahankan sejumlah fasilitas manufaktur di dalam negeri.

Spekulasi tentang penutupan pabrik Nanjing sebenarnya telah mencuat sejak September 2024. Kala itu, beredar kabar bahwa fasilitas tersebut akan dihentikan operasionalnya pada 2025, menyusul penurunan signifikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin di China.

Volkswagen saat ini mengoperasikan 39 pabrik di Tiongkok dengan total tenaga kerja lebih dari 90.000 orang. Namun, sejak pandemi COVID-19, tingkat utilisasi banyak pabrik tersebut mengalami penurunan drastis. Berdasarkan data terbaru, utilisasi produksi di pabrik-pabrik VW yang bermitra dengan SAIC hanya mencapai 58 persen dari total kapasitas 2,1 juta unit.

Baca Juga  Solid China dan Jerman Kembangkan Kendaraan Berbasis NEV Daimler BMW Volkswagen Bangun Pusat Laboratorium di Beijing

Dalam pernyataannya, VW menyebut beberapa fasilitas mereka telah dialihkan untuk memproduksi kendaraan listrik. Namun, tidak ada konfirmasi apakah pabrik di Nanjing akan masuk dalam rencana transformasi tersebut.

Penutupan pabrik ini menjadi simbol tekanan besar yang tengah melanda industri otomotif global, khususnya di pasar China yang kini menjadi medan persaingan ketat produsen lokal dan asing untuk memenangkan pasar EV.

Simak berita otomotif dan bisnis lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait