JurnalLugas.Com — Bank Maju resmi memperkenalkan identitas barunya sebagai langkah strategis menuju transformasi digital yang inklusif. Mengusung semangat “Langkah Kebaikan yang Terus Bertumbuh,” bank komunitas ini mempertegas komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat akar rumput dan memajukan ekonomi berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
Sejak awal berdirinya pada 2006, Bank Maju dikenal sebagai lembaga keuangan yang lahir dari kepedulian sosial pascatsunami Aceh 2004. Dengan fokus utama pada komunitas dan inklusi keuangan, Bank Maju kini tampil dengan wajah baru yang mencerminkan semangat kolaboratif dan inovatif.
“Hari ini kami meluncurkan logo baru Bank Maju yang mencerminkan ikatan kuat antara bank, nasabah, dan pemangku kepentingan. Berbentuk simpul tali, logo ini menggambarkan sinergi, kepercayaan, dan komitmen terhadap layanan terbaik dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama Bank Maju, Edy Johan, dalam pernyataan resminya, Minggu (20/7).
Ia menambahkan, pembaruan identitas ini bukan sekadar perubahan visual, tetapi juga simbol dari arah baru Bank Maju yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Identitas baru ini memperkuat misi inklusivitas, digitalisasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas,” imbuh Edy Johan.
Inovasi Digital: KlikMaju hingga Dashboard Risiko
Sebagai bagian dari strategi transformasi, Bank Maju turut meluncurkan sederet inovasi berbasis teknologi. Salah satunya adalah KlikMaju, sebuah aplikasi perbankan digital yang dirancang khusus untuk memudahkan akses layanan keuangan oleh komunitas.
Tak hanya itu, Bank Maju juga memperkenalkan sistem pengingat pembayaran otomatis melalui WhatsApp, serta dashboard pemantauan risiko digital yang memberikan kendali lebih kepada nasabah dalam mengelola transaksi dan keuangan mereka.
“Produk unggulan lainnya adalah Pembiayaan Komunitas dan program Sahabat Maju Peduli, yang tidak hanya menyediakan pembiayaan tetapi juga pelatihan usaha dan literasi digital bagi UMKM dan kelompok masyarakat lainnya,” ujar Edy.
Program ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif terhadap pertumbuhan ekonomi komunitas lokal.
Jangkauan Meluas, Layanan Mengakar
Hingga pertengahan 2025, Bank Maju telah memiliki tujuh kantor cabang yang tersebar di wilayah Tangerang, Banten. Jumlah nasabahnya kini mencapai lebih dari 20 ribu, berasal dari berbagai latar belakang komunitas seperti pelaku UMKM, lembaga pendidikan, kelompok keagamaan, hingga komunitas ibu rumah tangga.
Bank ini menempatkan relasi sosial sebagai elemen utama dalam pelayanan, menjadikannya salah satu contoh nyata perbankan komunitas yang berakar kuat dalam masyarakat.
Target Ambisius: Rp1 Triliun Aset pada 2028
Melangkah ke depan, Bank Maju menargetkan pertumbuhan aset mencapai Rp1 triliun pada tahun 2028. Tak hanya itu, mereka membidik posisi sebagai salah satu bank komunitas digital terbaik di Indonesia menjelang 2030.
Untuk mencapai ambisi tersebut, Bank Maju akan terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas, memperluas layanan digital, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berbasis nilai dan data.
“Dalam menghadapi tantangan industri perbankan seperti disrupsi teknologi dan dinamika global, kami tetap menjadikan digitalisasi inklusif dan keputusan berbasis data sebagai poros utama strategi,” ungkap Edy.
Menjaga Akar, Menuju Masa Depan
Transformasi yang dilakukan oleh Bank Maju dilakukan tanpa meninggalkan akar nilai-nilai kebaikan yang selama ini menjadi fondasi. Dengan tetap menjunjung tinggi semangat gotong royong dan kebermanfaatan sosial, Bank Maju berkomitmen membangun ekosistem perbankan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah Bank Maju ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan bank komunitas di Indonesia, sekaligus mempertegas pentingnya inovasi yang tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca berita lainnya di : https://JurnalLugas.Com






