JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, resmi menghirup udara bebas usai keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Usai melewati gerbang rutan di Jakarta Selatan, Hasto memilih langsung pulang ke rumah untuk bertemu keluarga sebelum menghadiri agenda politik partainya.
“Saya pulang ke rumah dulu,” ujar Hasto singkat saat ditemui awak media di depan Rutan KPK.
Keputusan ini membuatnya belum langsung menuju acara internal PDIP yang tengah digelar di Bali. Bagi Hasto, momen kebebasan ini adalah kesempatan berharga untuk berkumpul kembali dengan keluarga setelah menjalani proses hukum yang panjang.
Dapat Amnesti dari Presiden
Kebebasan Hasto tak lepas dari keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepadanya. Keputusan tersebut juga mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Langkah ini menandai salah satu penggunaan hak prerogatif Presiden sebagaimana diatur dalam konstitusi.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pemberian amnesti tersebut tidak menyalahi aturan.
“Itu kewenangan Presiden sesuai UUD 1945,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis, 31 Juli 2025.
Setyo menambahkan, Kepala Negara memiliki hak memberikan ampunan kepada siapapun, termasuk kepada Hasto yang sebelumnya terjerat perkara dugaan suap dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.
Latar Belakang Kasus
Hasto sebelumnya menjadi sorotan publik setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proses PAW anggota legislatif. Kasus ini menyeret sejumlah nama penting di lingkaran politik nasional. Meski begitu, proses hukum berjalan panjang hingga akhirnya Presiden memutuskan memberi amnesti.
Pemberian amnesti ini dinilai sebagai langkah politik yang memiliki implikasi luas. Sebagian pihak melihatnya sebagai bentuk keberanian politik Presiden dalam menggunakan hak konstitusional, sementara sebagian lainnya memandangnya sebagai preseden yang perlu dikaji lebih jauh agar tidak disalahgunakan di masa depan.
Fokus pada Keluarga Sebelum Kembali ke Panggung Politik
Pasca bebas, Hasto memilih untuk mengutamakan keluarga. Meski PDIP memiliki sejumlah agenda penting, termasuk konsolidasi di Bali, ia menegaskan akan kembali aktif dalam kegiatan partai setelah menghabiskan waktu bersama keluarga. Sikap ini dianggap sebagai langkah wajar bagi seorang politisi yang baru saja melewati masa sulit.
Pengamat politik menilai, kembalinya Hasto ke arena politik kemungkinan akan membawa warna baru dalam dinamika internal PDIP. Apalagi, ia dikenal sebagai salah satu tokoh sentral yang memiliki pengaruh besar terhadap arah strategi partai.
Kabar lengkap dan pembaruan seputar perkembangan politik nasional dapat diakses di JurnalLugas.Com.






