Rupiah Anjlok, Menkeu Ucapan Prabowo soal Dolar Hanya untuk Hibur Rakyat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menjawab Pertanyaan Wartawan

JurnalLugas.Com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS disampaikan dalam konteks ringan untuk menghibur warga di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Purbaya, masyarakat tidak perlu salah memahami ucapan Presiden karena pernyataan tersebut bukan dimaksudkan sebagai respons teknis terhadap kondisi ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Itu untuk menghibur masyarakat desa saat situasi rupiah melemah,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo memahami kondisi ekonomi nasional dan dinamika nilai tukar rupiah yang saat ini menjadi perhatian pasar.

Pemerintah Sebut Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Purbaya memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang baik meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Baca Juga  Baju Bekas Dilarang, Purbaya Pedagang Bayar Pajak, Tapi Barangnya Ilegal

Menurutnya, kekuatan fiskal nasional tetap terjaga dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi sehat.

“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal juga kuat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang memengaruhi pasar keuangan dan nilai tukar mata uang berbagai negara.

Strategi Pemerintah Fokus Dorong Sektor Swasta

Selain mengandalkan belanja negara, pemerintah disebut juga aktif mendorong peran sektor swasta untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.

Strategi tersebut dinilai berhasil membantu perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif pada awal tahun 2026 meski situasi global masih bergejolak.

Purbaya mengungkapkan bahwa konsumsi masyarakat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional, diikuti investasi dan belanja pemerintah.

“Daya beli masyarakat masih cukup baik dan menjadi penggerak utama pertumbuhan,” ujarnya.

Klaim Ekonomi Indonesia Tahan Guncangan Global

Pemerintah menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini menjadi pencapaian penting karena terjadi di tengah tekanan ekonomi dunia dan ketidakpastian geopolitik internasional.

Baca Juga  Prabowo Marah Bentuk Satgas Khusus Ormas Premanisme Ditindak Tegas

Purbaya menyebut percepatan pertumbuhan ekonomi merupakan hasil dari kebijakan reformasi yang telah dijalankan pemerintah sebelum gejolak global meningkat.

Pengamat ekonomi menilai stabilitas konsumsi domestik memang masih menjadi kekuatan utama ekonomi Indonesia dibanding sejumlah negara lain yang lebih bergantung pada ekspor.

Meski demikian, pemerintah tetap diminta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan pasar agar tekanan eksternal tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.

Ikuti berita ekonomi dan nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait