Saham Telkom Sentuh Rp3.000 Optimisme Investor Kian Menguat

JurnalLugas.Com – Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menembus level psikologis Rp3.000 pada awal Agustus 2025. Lonjakan ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis emiten pelat merah tersebut.

Sepanjang tahun ini, harga TLKM mencatat posisi tertinggi, seiring membaiknya kinerja hingga kuartal II-2025. Tren positif ini diharapkan berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya.

Bacaan Lainnya

Kinerja Semester I-2025 Moncer

Laporan keuangan menunjukkan, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi Rp73 triliun pada semester I-2025. EBITDA tercatat Rp36,1 triliun dengan margin 49,5 persen. Laba bersih tembus Rp11 triliun atau margin 15 persen.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari segmen Data, Internet, dan IT Services senilai Rp42,5 triliun atau 58 persen. Sisanya, dari segmen Network dan Layanan Komunikasi Rp7,5 triliun serta Interkoneksi Rp5 triliun.

Baca Juga  PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) Genjot Bisnis Katering dan Properti Target Pendapatan Rp250 M per Tahun

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan perusahaan terus mempercepat transformasi untuk memperkuat daya saing.

“Kecepatan eksekusi transformasi menjadi kunci memenangkan pasar digital yang kompetitif,” ujarnya.

Performa Anak Usaha Solid

Anak usaha utama, Telkomsel, mencatat pendapatan Rp53,8 triliun. Kinerja positif juga datang dari PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) yang meraih pendapatan Rp4,6 triliun.
Segmen Data Center dan Cloud membukukan pendapatan Rp921 miliar. Telkom kini mengoperasikan 35 data center berkapasitas total 44 MW untuk melayani pelanggan enterprise dan hyperscale.

Analisis Pasar dan Proyeksi

Analis Indopremier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, menilai capaian Telkom pada paruh pertama 2025 sesuai ekspektasi. EBITDA TLKM tercatat turun 5 persen menjadi Rp36 triliun, selaras perkiraan. EBITDA Telkomsel juga turun 8 persen menjadi Rp24,6 triliun, dengan margin menyusut ke 45,7 persen.

“Kami proyeksikan EBITDA Telkom turun tipis 1 persen pada 2025,” kata Aurelia.

Meski Average Revenue Per User (ARPU) turun 8 persen menjadi Rp41.800, jumlah pelanggan justru melampaui ekspektasi, mencapai 158,4 juta pengguna. Perusahaan juga telah melakukan penyesuaian harga awal starter pack dan penyederhanaan paket untuk mendorong monetisasi.

Aurelia dan Belva merekomendasikan HOLD untuk TLKM sembari menunggu perkembangan kuartal III-2025.

“Kondisi pasar yang membaik diharapkan menopang kinerja semester berikutnya,” ujarnya.

Dengan tren positif ini, Telkom dipandang mampu mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri telekomunikasi digital Indonesia.

Baca berita bisnis dan investasi lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait