JurnalLugas.Com – Jumlah korban jiwa Genosida Terkutuk Zionis Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 kian mengkhawatirkan. Otoritas kesehatan Gaza pada Rabu (17/9) melaporkan, total korban tewas telah mencapai lebih dari 65.000 jiwa, menjadikannya salah satu tragedi kemanusiaan paling mematikan di abad ini.
Dalam 24 jam terakhir saja, sebanyak 98 jenazah dan 385 korban luka dilaporkan masuk ke rumah sakit. Di antara korban terbaru, tercatat tujuh pekerja kemanusiaan meninggal dunia dan 87 lainnya mengalami luka-luka.
Secara keseluruhan, sejak konflik meletus tahun lalu, 65.062 warga Palestina tewas dan 165.697 lainnya luka-luka. Bahkan, krisis pangan yang melanda wilayah terkepung itu telah merenggut 432 nyawa akibat kelaparan, termasuk 146 anak-anak.
Serangan Darat di Gaza City
Laporan ini datang bersamaan dengan dimulainya operasi darat Israel di Gaza City pada Selasa (16/9) dini hari waktu setempat. Ribuan warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka, menambah panjang daftar pengungsi internal di wilayah kantong yang padat penduduk tersebut.
Serangan brutal ini sontak menuai kecaman internasional. Banyak pihak menilai langkah Israel bukan hanya memperparah krisis kemanusiaan, tetapi juga menjerumuskan kawasan ke dalam pusaran instabilitas yang lebih dalam.
Akademisi Turki: “Hanya Dua Pilihan, Mengungsi atau Mati”
Menurut pengamat hubungan internasional asal Turki, Baris Adibelli dari Universitas Kutahya Dumlupinar, warga sipil Palestina saat ini “pada dasarnya hanya diberi dua pilihan: mengungsi atau menghadapi kematian.”
Hal senada diungkapkan akademisi Universitas Marmara, Baris Doster. Ia menilai serangan terbaru Israel berpotensi memperburuk ketegangan regional.
“Tindakan Israel di Lebanon, Palestina, perang 12 hari dengan Iran, dan pengaruhnya yang semakin besar di Suriah telah membuat kawasan menjadi sangat tidak stabil. Operasi militer di Gaza City jelas akan semakin mengguncang keseimbangan kawasan,” tegasnya.
Seruan Global Hentikan Agresi
Berbagai organisasi kemanusiaan dunia kembali mendesak gencatan senjata permanen dan akses bantuan yang lebih luas ke Gaza. Namun hingga kini, situasi di lapangan masih jauh dari kata aman, sementara jumlah korban terus meningkat setiap harinya.
Baca berita lengkap lainnya di 👉 JurnalLugas.Com






