JurnalLugas.Com – Dua orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 48 lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan udara Zionis Israel yang menghantam posisi kelompok Ansar Allah atau Houthi di ibu kota Yaman, Sanaa, Kamis (25/9/2025).
Informasi tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman yang dikuasai Houthi, Anis al-Asbahi, dalam keterangan resminya. Menurutnya, sebagian besar korban adalah warga sipil yang berada di sekitar lokasi serangan.
“Serangan Zionis menyasar wilayah padat penduduk, termasuk fasilitas pelayanan dan kompleks perumahan. Berdasarkan laporan awal, dua orang meninggal dunia dan 48 lainnya terluka,” ujar al-Asbahi melalui unggahan di platform X.
Serangan Beruntun di Pusat Kota
Sumber dari pemerintah daerah Sanaa menyebutkan, sedikitnya 11 serangan udara dilancarkan jet tempur Israel pada hari yang sama. Serangan tidak hanya mengarah ke kompleks kepresidenan di pusat kota—yang kini berfungsi sebagai markas militer Houthi—tetapi juga menghantam beberapa titik lain di sekitar ibu kota.
Ledakan keras terdengar hingga radius beberapa kilometer. Warga melaporkan kaca-kaca bangunan pecah, sementara sejumlah kendaraan terbakar akibat terkena serpihan bom.
Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung
Al-Asbahi menambahkan, tim medis dan pertahanan sipil masih bekerja keras mengevakuasi korban serta mencari warga yang dilaporkan hilang. Rumah sakit di Sanaa juga dilaporkan kewalahan menerima gelombang pasien luka-luka.
Seorang relawan kemanusiaan di lokasi mengatakan, “Banyak korban mengalami luka serius akibat runtuhan bangunan. Kami berusaha mengevakuasi secepat mungkin, tetapi jumlah korban cukup banyak.”
Eskalasi Baru dalam Konflik Regional
Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik kawasan, mengingat Yaman selama ini kerap menjadi arena konfrontasi antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan koalisi regional. Keterlibatan langsung Israel dipandang memperlebar spektrum pertempuran di Timur Tengah.
Situasi di Sanaa kini dilaporkan tegang, dengan warga berusaha mengungsi dari wilayah yang dianggap rawan serangan lanjutan.
Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com






