JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu (22/10/2025) di Jakarta tercatat melemah sebesar 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.601 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.587 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar keuangan, Rudi H. (nama disingkat), pelemahan rupiah terjadi seiring dengan sentimen global yang masih fluktuatif, terutama terkait ketidakpastian kebijakan suku bunga di Amerika Serikat. “Investor cenderung berhati-hati menghadapi dinamika pasar global, sehingga permintaan terhadap dolar AS meningkat,” ujar Rudi H.
Selain itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh arus modal asing yang masuk dan keluar dari pasar keuangan domestik. Pada saat yang sama, faktor teknikal di pasar valuta asing turut memperkuat tekanan terhadap rupiah.
Sementara itu, analis ekonomi di Bank Sentral, Lina S. (nama disingkat), menambahkan bahwa pelemahan rupiah masih berada dalam batas wajar dan diprediksi bergerak pada kisaran Rp16.590–Rp16.620 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan. “Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, sehingga fluktuasi ini lebih bersifat jangka pendek,” kata Lina S.
Para pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau perkembangan ekonomi global, khususnya kebijakan moneter AS dan data inflasi domestik, yang berpotensi memengaruhi tren nilai tukar rupiah.
Untuk informasi pasar dan analisis terbaru seputar rupiah dan ekonomi, kunjungi JurnalLugas.Com.






