Kabar Gembira untuk Santri! Prabowo Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag

JurnalLugas.Com — Gibran menambahkan, Ditjen Pesantren akan menjadi jembatan antara pemerintah dan lembaga pesantren di seluruh Tanah Air. Tujuannya agar setiap pondok memiliki akses yang sama terhadap program peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan santri.

“Pemerintah ingin hadir langsung mendampingi pesantren, bukan hanya dalam hal pendidikan agama, tapi juga penguatan ekonomi umat,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga memuji Buntet Pesantren sebagai pesantren tertua di Cirebon yang telah berperan besar dalam membangun karakter bangsa. Ia mengapresiasi kontribusi para kiai, nyai, dan santri yang selama tiga abad menjaga nilai-nilai Islam yang moderat serta semangat kebangsaan.

“Tiga ratus tahun perjalanan Buntet menunjukkan betapa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga benteng moral dan kebudayaan bangsa,” ungkapnya.

Sinergi Pesantren dan Pemerintah Diperkuat

Wapres Gibran juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pusat maupun daerah, untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program nasional. Ia menilai pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas.

“Kita ingin santri dan alumni pesantren turut aktif dalam pelaksanaan program pembangunan. Pemerintah pusat dan daerah harus bekerja bersama agar manfaatnya terasa sampai ke masyarakat bawah,” tuturnya.

Program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) diharapkan dapat dijalankan secara efektif di daerah dengan melibatkan jaringan pesantren.

Pesantren Sebagai Institusi Peradaban

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Buntet Pesantren yang dianggapnya telah bertransformasi menjadi pusat peradaban. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak hanya melahirkan ulama, tetapi juga tokoh masyarakat dan pemimpin bangsa.

“Buntet sudah menjadi simbol perpaduan antara ilmu, moral, dan nasionalisme. Perannya melampaui fungsi pendidikan keagamaan,” ujar Erwan.

Sebelum menghadiri acara utama, Wapres Gibran menyempatkan diri berziarah ke makam KH Abbas Buntet, tokoh pendiri pesantren, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya dalam membangun pendidikan Islam dan nilai kebangsaan di Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, serta Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf.

Baca berita lengkap dan analisis kebijakan pendidikan Islam di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Isi Kabinet dengan Orang Terbaik Gibran Pilih-pilih

Pos terkait