JurnalLugas.Com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi langkah konkret pemerintah dalam menekan fluktuasi harga cabai yang kerap bergejolak di pasaran.
Melalui fasilitas cold storage, koperasi ini diharapkan mampu menjaga pasokan cabai tetap tersedia, baik saat musim panen raya maupun saat musim paceklik.
“Kalau program Kopdes Merah Putih berjalan, koperasi di tiap desa bisa punya tempat penyimpanan dingin. Jadi, ketika panen sedang banyak, hasilnya bisa disimpan dulu, lalu dijual saat stok mulai berkurang,” ujar Amran usai menghadiri penandatanganan SKB Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Harga Cabai Naik, Pemerintah Tetap Pantau Kondisi Pasar
Belakangan, harga cabai di sejumlah wilayah Indonesia tercatat menembus Rp50 ribu per kilogram, membuat sebagian masyarakat mulai mengeluh. Namun, Amran memastikan pemerintah tidak tinggal diam dan terus mengawasi pergerakan harga pangan tersebut.
“Kami terus pantau perkembangan harga cabai di lapangan. Fluktuasi seperti ini wajar, karena sebelumnya harga sempat sangat rendah, bahkan pernah di bawah Rp5 ribu per kilo,” jelasnya.
Menurut Amran, tren kenaikan harga saat ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada proses distribusi dari daerah produksi. “Sekarang hujan deras di beberapa sentra cabai, jadi pasokan agak terganggu. Ini mempengaruhi harga di pasar,” tambahnya.
Cold Storage Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa konsep cold storage yang dimiliki Kopdes Merah Putih merupakan solusi jangka panjang untuk menjaga kestabilan harga cabai dan komoditas hortikultura lainnya.
Dengan adanya fasilitas penyimpanan berpendingin di tingkat desa, hasil panen petani bisa tetap terjaga mutunya hingga waktu distribusi tiba. “Ketika musim panen raya, cabai disimpan dulu dalam cold storage. Saat musim paceklik, stok itu bisa dikeluarkan untuk menjaga pasokan tetap stabil,” terangnya.
Amran juga menegaskan bahwa strategi ini bukan hanya melindungi konsumen dari lonjakan harga, tetapi juga memberi kepastian pendapatan bagi petani agar tidak rugi ketika harga anjlok.
Harga Cabai di Pasaran Masih Bervariasi
Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, hingga Selasa malam (11/11/2025) harga cabai di pasaran tercatat masih beragam.
Harga cabai rawit merah rata-rata mencapai Rp39.950 per kilogram, cabai merah besar sekitar Rp57.900 per kilogram, cabai merah keriting sebesar Rp54.950 per kilogram, dan cabai rawit hijau di kisaran Rp36.650 per kilogram.
Pemerintah berharap dengan optimalisasi Kopdes Merah Putih dan pembangunan cold storage di berbagai daerah, volatilitas harga cabai dapat ditekan secara bertahap sehingga petani dan masyarakat sama-sama diuntungkan.
Dorongan Sinergi Antarinstansi
Amran juga menyampaikan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari Kementerian Pertanian, Bulog, hingga pemerintah daerah. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan setiap tahap — mulai dari produksi, penyimpanan, hingga distribusi — dapat berjalan secara efektif.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, harga cabai dan bahan pokok lain bisa lebih terkendali. Tujuan akhirnya adalah kemandirian pangan dan stabilitas harga nasional,” pungkasnya.
Baca berita ekonomi dan pangan lainnya hanya di JurnalLugas.com






