Banjir Malaysia Ribuan Warga Mengungsi, Perlis, Kelantan hingga Perbatasan Thailand Lumpuh

Banjir Malaysia
Foto : Petugas Penyelamat Mengevaluasi Korban Banjir di Perlis Malaysia

JurnalLugas.Com — Bencana banjir yang melanda Semenanjung Malaysia dalam 24 jam terakhir memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Ribuan warga dari empat negara bagian harus meninggalkan rumah akibat curah hujan ekstrem yang menyebabkan air sungai meluap secara tiba-tiba.

Perlis Terparah, Enam Wilayah Tergenang Air

Di negara bagian Perlis, wilayah paling dekat dengan Thailand, banjir memicu evakuasi terhadap lebih dari 200 penduduk Padang Besar. Mereka kini ditampung di SK Titi Tinggi, SK Lubuk Sireh, dan SK Felda Mata Air.

Bacaan Lainnya

Direktur APM Perlis, Letkol (PA) M. Izaimi, menjelaskan bahwa enam kawasan kritis saat ini berada dalam pemantauan intensif: Kampung Titi Tinggi, Kampung Jalan Sahabat, Kampung Guar Tinggi, Kampung Bukit Cabang, Kampung Wang Kelian, dan FELCRA Lubuk Sireh.

“Hujan tidak berhenti sejak kemarin, dan permukaan air mulai naik sekitar pukul enam pagi. Kami terus memantau perkembangan setiap saat,” ujarnya singkat, Minggu (23/11/2025).

Kelantan Menjadi Episentrum Pengungsian

Negara bagian Kelantan juga menghadapi situasi serius. Sebanyak 5.463 warga dari 2.047 keluarga kini tinggal di 26 pos pengungsian yang tersebar di empat distrik: Kota Bharu, Bachok, Tumpat, dan Pasir Puteh.

Berdasarkan data Departemen Irigasi dan Drainase, level air di Sungai Melor melonjak hingga 7,46 meter, melewati batas peringatan yaitu 7 meter. Para petugas memastikan peningkatan air terus diawasi karena berpotensi meluap lebih besar jika hujan tidak mereda.

Kedah dan Terengganu Juga Tidak Luput

Di Kedah, banjir memengaruhi 356 orang dari 106 keluarga. Semua warga terdampak dipindahkan ke Masjid Al-Muhtadin Sungai Seluang, Surau Naga Lilit KEDA, dan SK Permatang Tok Dik.

Pengungsi berasal dari sembilan desa, termasuk Kampung Siam, Kampung Paya Serdang, Kampung Bukit Sarang Ayam, Kampung Titi Tok Aris, hingga Kampung Padang Cina.

Sementara itu, Terengganu mencatat 531 penduduk dari 146 keluarga harus mengungsi akibat banjir yang menenggelamkan ruas jalan utama, permukiman, serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Gelombang Dampak Menembus Thailand

Banjir tidak hanya mengisolasi Semenanjung Malaysia, tetapi juga melanda wilayah perbatasan Hat Yai, Thailand. Diperkirakan 4.000 warga Malaysia yang sedang berada di kota itu ikut terdampak akibat genangan air dan lumpuhnya transportasi.

Hingga berita ini ditulis, otoritas kebencanaan Malaysia terus mengevakuasi warga dan memperingatkan masyarakat agar menjauhi daerah aliran sungai serta tidak melakukan perjalanan ke kawasan berisiko.

Peringatan Dini & Ancaman Gelombang Susulan

Badan Meteorologi Malaysia memperingatkan bahwa curah hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan akibat pengaruh monsun timur laut. Jika tidak mereda, banjir susulan berpotensi meluas ke negara bagian lain.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal dekat bantaran sungai, kawasan cekungan, dan dataran rendah.

Pantau update berita bencana nasional dan internasional hanya di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Satgas PKH Ultimatum 10 Perusahaan Sawit dan Tambang, Denda Rp8 Triliun Terancam Diseret ke Jalur Hukum

Pos terkait