Mobil Kecelakaan di Tol Trans Sumatera Ternyata Bawa 34 Paket Narkoba, Bareskrim Ambil Alih

Bareskrim Polri
Bareskrim Polri

JurnalLugas.Com — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi turun tangan menangani kasus penemuan puluhan paket narkoba yang dibuang pemiliknya di ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan penyelidikan dan pembongkaran jaringan peredaran narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa keputusan pengambilalihan perkara dilakukan sejak Jumat, 21 November 2025.

Bacaan Lainnya

“Penyidikan tidak lagi berada di tingkat Polda. Mulai tanggal 21 November, penanganan sepenuhnya ditangani oleh Dittipidnarkoba Bareskrim untuk mempercepat pengungkapan,” tegas Eko di Jakarta, Senin (24/11).

Dengan dialihkannya perkara tersebut, seluruh barang bukti narkoba turut diamankan ke Bareskrim Polri untuk kebutuhan investigasi lanjutan.

Penemuan Berawal dari Mobil Misterius Kecelakaan

Kasus ini mencuat setelah petugas patroli mendapati sebuah mobil berwarna hitam mengalami kecelakaan di KM 136 Tol Trans Sumatera pada Kamis, 20 November 2025. Saat dicek ke bagian dalam kendaraan, tak ada satu pun orang di lokasi baik pengemudi maupun penumpang.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang atau orang yang terlewat.

“Pengemudi tidak ditemukan, kondisi mobil kosong. Saat dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, anggota menemukan satu tas besar diduga terkait dengan kendaraan tersebut,” ucap Yuni.

Setelah dibuka, tas besar berwarna biru itu ternyata berisi lima tas lain: tiga cokelat, satu merah tua, dan satu tas biru. Ketika dilakukan pengecekan bersama aparat, isi tas membuat petugas terkejut.

“Dari dalam tas tersebut ditemukan total 34 paket yang diduga kuat berisi narkotika,” terang Yuni.

Polisi Telusuri Pemilik Kendaraan dan Jaringan

Sebelum perkara dialihkan, Polda Lampung sempat menyelidiki identitas pemilik mobil. Namun dugaan kuat mengarah pada pelaku yang kabur sesaat setelah kecelakaan untuk menyelamatkan diri dari penangkapan.

Bareskrim kini mengambil alih seluruh data dan temuan lapangan, termasuk rekaman CCTV tol, nomor registrasi kendaraan, serta jejak digital.

Sumber internal kepolisian menyebut, pola penyelundupan dan jumlah barang bukti mengarah pada jaringan terorganisir.

Fokus Investigasi: Pelaku Utama dan Jalur Distribusi

Penyidik telah memetakan dua prioritas utama:

  1. Mengidentifikasi pelaku yang membawa dan membuang barang bukti
  2. Menelusuri jaringan pemasok dan penerima barang

Tak menutup kemungkinan penyelidikan akan berkembang hingga ke penangkapan lintas provinsi bahkan lintas negara.

Bareskrim berkomitmen menyampaikan progres penyidikan secara berkala kepada publik demi menjaga transparansi.

Perkembangan terbaru kasus ini diperkirakan akan menarik perhatian nasional mengingat jumlah barang bukti serta pola peredaran yang diduga kuat dilakukan oleh jaringan besar. Publik menantikan proses pengungkapan dan penangkapan pihak yang bertanggung jawab.

Baca berita lebih lengkap hanya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Koh Erwin Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Malaysia, DPO Cukong Sabu NTB Suplai Eks Kapolres Bima

Pos terkait