Rupiah Menguat di Awal Pekan, Pasar Optimistis Hadapi Sentimen Global

JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren positif pada pembukaan perdagangan di Bursa Jakarta, Selasa 25 November 2025. Mata uang Garuda menguat 32 poin atau sekitar 0,19 persen ke posisi Rp16.667 per dolar AS, dibandingkan periode penutupan sebelumnya sebesar Rp16.699 per dolar AS.

Kinerja rupiah pada awal pekan ini dinilai menjadi sinyal positif di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi pasar finansial global, termasuk fluktuasi imbal hasil obligasi Amerika Serikat serta arah kebijakan moneter The Federal Reserve.

Bacaan Lainnya

Analis pasar keuangan M. A, menilai penguatan rupiah mencerminkan respons positif investor terhadap stabilitas ekonomi domestik. “Pelaku pasar melihat indikator makro Indonesia cukup solid sehingga kurs rupiah masih berpotensi menguat jika sentimen global tidak memburuk,” ujarnya dalam kajian tertulis yang diterima redaksi.

Baca Juga  Rupiah Bangkit di Awal Pekan, Sentimen Global Mulai Mereda

Sentimen Domestik Jadi Penopang

Selain faktor global, pelaku pasar juga menilai perkembangan ekonomi nasional menjadi katalis penguatan kurs. Langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta upaya menjaga arus modal asing dinilai turut menambah kepercayaan investor.

Pengamat ekonomi H. R menjelaskan bahwa prospek investasi di Indonesia masih cukup menjanjikan. “Selama fundamental ekonomi dijaga, rupiah berpeluang tetap stabil. Tantangannya ada pada kecepatan adaptasi terhadap dinamika global,” terangnya.

Prospek Dalam Jangka Pendek

Pelaku pasar memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan minggu ini masih berada pada rentang Rp16.600 – Rp16.730 per dolar AS, bergantung pada arah kebijakan moneter AS serta data ekonomi global yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga  Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat Ini Analisanya

Meski demikian, penguatan awal pekan dinilai cukup memberi kepercayaan diri pasar bahwa rupiah tetap memiliki ruang apresiasi. Investor diimbau untuk tetap mencermati sentimen global yang berpotensi memicu volatilitas.

Kunjungi berita ekonomi, keuangan, dan investasi terbaru lainnya hanya di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait