JurnalLugas.Com — Pemerintah Hong Kong bergerak cepat menangani tragedi kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen padat hunian Wang Fuk Court, yang menewaskan puluhan warga dan memaksa ratusan lainnya mengungsi. Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, menegaskan pada Kamis (27/11) bahwa pemerintah akan menyediakan hunian sementara dan bantuan keuangan bagi seluruh warga yang terdampak.
Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa dan dengan cepat merambat ke tujuh menara bangunan dalam kompleks itu. Otoritas menyebut penyebaran api berlangsung “tak pernah terjadi sebelumnya”.
55 Tewas, Puluhan Masih Kritis
Hingga Rabu (26/11/2025), pemerintah melaporkan 55 korban meninggal dunia, sementara 68 orang masih dirawat di rumah sakit dengan 16 di antaranya dalam kondisi kritis. Ratusan warga lain belum ditemukan, dan operasi penyelamatan masih berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, Lee menyebut pemerintah mengerahkan seluruh personel untuk memadamkan api dan mengevakuasi penyintas.
“Kami akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan warga, membantu keluarga korban, serta menyalurkan hunian sementara dan bantuan finansial secepat mungkin,” ujar Lee.
Inspeksi Besar-Besaran di Seluruh Proyek Renovasi
Tragedi ini memicu langkah cepat pemerintah melakukan inspeksi keselamatan terhadap seluruh gedung apartemen yang tengah menjalani renovasi besar, khususnya terkait penggunaan perancah dan material bangunan.
Menurut Lee, pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada potensi bahaya serupa yang dapat mengancam keselamatan publik.
Dukungan Dana Darurat Mengalir
Sejumlah lembaga dan tokoh turut memberikan bantuan bagi korban.
- Palang Merah China mengalokasikan 2 juta yuan (sekitar Rp4,7 miliar) untuk bantuan kemanusiaan darurat.
- Sebuah yayasan yang dimiliki pengusaha ternama, Jack Ma, menjanjikan bantuan sebesar HK$60 juta (sekitar Rp128,4 miliar) untuk memperkuat penanganan korban dan kebutuhan jangka pendek para penyintas.
Tiga Tersangka Didakwa Pembunuhan
Penyelidikan awal mengungkap bahwa api diduga muncul dari perancah bambu yang dipasang untuk renovasi di salah satu gedung Wang Fuk Court. Dalam waktu singkat, api menjalar ke tiga gedung lainnya hingga memicu bencana besar.
Polisi menyebut kasus ini sebagai insiden luar biasa parah dan telah menaikkannya ke tingkat penyelidikan kriminal. Tiga tersangka kini didakwa melakukan pembunuhan terkait kelalaian fatal dalam proyek renovasi.
Status Bahaya Level Lima
Besarnya intensitas dan cakupan kebakaran membuat otoritas Hong Kong menetapkan insiden ini sebagai level lima, status bahaya kebakaran tertinggi di kota tersebut. Status ini terakhir kali digunakan bertahun-tahun lalu untuk kebakaran industri berskala besar.
Pemerintah menegaskan operasi pemadaman dan pencarian korban akan terus dilanjutkan tanpa jeda hingga semua area dinyatakan aman.
Kunjungi: https://JurnalLugas.Com






