JurnalLugas.Com — Harga emas global pada perdagangan Senin 08 Desember 2025, menunjukkan fluktuasi, namun berhasil kembali menembus level USD4.200 per ons. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang melemahkan dolar menjelang rapat Federal Reserve minggu ini.
Data menunjukkan, harga emas berjangka turun tipis 0,1 persen ke USD4.238,30 per ons, sementara harga emas spot justru naik 0,3 persen menjadi USD4.209,73 per ons.
Menurut catatan analis HSBC, emas kembali stabil di kisaran USD4.200 karena meningkatnya kekhawatiran risiko dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9-10 Desember. “Hubungan terbalik antara dolar dan emas mendukung pergerakan harga logam mulia,” sebut analis tersebut.
Dolar AS mengalami pelemahan baru-baru ini, tercermin dari indeks dolar yang turun di bawah angka 99, sehingga harga emas mendapat dorongan. Namun, analis menilai karena pasar sebagian besar sudah mengantisipasi pemangkasan suku bunga, penurunan dolar lebih lanjut kemungkinan bersifat terbatas. Di sisi lain, meski momentum kenaikan emas tetap ada, permintaan fisik yang masih lemah berpotensi menahan kenaikan jangka pendek.
Pasar Prediksi 87% Peluang Pemangkasan Suku Bunga
Berdasarkan perangkat FedWatch CME, pasar memperkirakan kemungkinan 87 persen The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Prediksi ini muncul setelah rilis data ekonomi yang lebih lemah dan komentar dovish beberapa pejabat The Fed. Suku bunga lebih rendah biasanya mendorong permintaan emas sebagai aset non-imbal hasil.
Analis UBS Giovanni Staunovo memperkirakan, “Penurunan suku bunga lanjutan tahun depan dapat mendorong harga emas menuju USD4.500 per ons.”
Kondisi ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com






