Harga Emas Dunia Menguat Usai The Fed Turunkan Suku Bunga, Perak Cetak Rekor Baru

JurnalLugas.Com — Harga emas global mengakhiri perdagangan Rabu (10/12/2025) dengan kenaikan solid setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), resmi memangkas suku bunga acuannya. Namun, arah kebijakan moneter tahun depan masih menyisakan tanda tanya bagi pasar. Di sisi lain, harga perak justru melesat hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pada penutupan perdagangan, emas spot meningkat 0,50 persen ke posisi USD 4.228,78 per troy ons, memperpanjang tren penguatan yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bikin Emas Menguat

Keputusan The Fed untuk menurunkan suku bunga dilakukan melalui proses voting yang kembali memperlihatkan perpecahan pendapat di internal komite. Meski begitu, bank sentral memberi sinyal bahwa penurunan lanjutan kemungkinan akan ditahan sementara waktu hingga terdapat kejelasan mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta laju inflasi AS.

Baca Juga  Harga Emas Kompak Jatuh Hari Ini Simak Antam UBS dan Galeri24

Pengamat logam mulia, T. Wong, menilai respons pasar terlihat positif.
Menurutnya, investor langsung kembali memborong emas setelah sempat terjadi aksi ambil untung menjelang pengumuman The Fed.

“Pasar emas terlihat puas dengan keputusan hari ini. Harga langsung melonjak ke level tertinggi harian usai tekanan profit taking mereda,” ujar Wong.

Perak Cetak Rekor Baru

Tidak hanya emas, perak juga mencatatkan lompatan signifikan dan berhasil menembus rekor harga tertingginya. Penguatan logam perak ini dipicu kombinasi antara permintaan industri yang terus meningkat dan terbatasnya pasokan di pasar global.

Analis memperkirakan volatilitas masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan, mengingat proyeksi arah kebijakan moneter AS pada 2026 belum dapat dibaca dengan jelas.

Sentimen Pasar Masih Sensitif

Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada data ekonomi berikutnya—terutama laporan tenaga kerja dan inflasi—yang akan menjadi penentu langkah The Fed selanjutnya. Jika tekanan inflasi kembali melemah, peluang penurunan suku bunga tambahan tahun depan bisa terbuka lebih lebar, yang biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas dan perak.

Untuk saat ini, emas tetap menjadi aset lindung nilai favorit di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.

Kunjungi berita ekonomi lainnya di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait