Pertamina Geothermal Energy Garap Green Data Center Pertama di Indonesia, Ekosistem Digital Rendah Karbon

JurnalLugas.Com — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE kian serius memperluas pemanfaatan energi bersih nasional. Terbaru, anak usaha Pertamina ini menggagas pengembangan green data center berbasis energi panas bumi pertama di Indonesia, sebuah terobosan yang menyatukan sektor energi terbarukan dan industri digital.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi strategis bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI). Kerja sama ini akan menjadi landasan teknis dan komersial dalam menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan green data center sebelum masuk ke tahap implementasi.

Bacaan Lainnya

Menjawab Lonjakan Kebutuhan Data Center Nasional

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk membuka peluang baru industri digital rendah emisi di Tanah Air. Menurutnya, transformasi digital Indonesia berjalan sangat cepat dan berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan infrastruktur data center.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 212 juta pengguna internet. Seiring pertumbuhan tersebut, kapasitas data center nasional diproyeksikan melonjak signifikan dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga  Digital Edge Bangun Pusat Data AI Terbesar Indonesia Senilai Rp10 Triliun

Edwil mengungkapkan, hampir 26 persen pertumbuhan konsumsi listrik industri berasal dari sektor data center. Kapasitas nasional yang saat ini sekitar 520 MW pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2030. “Di sinilah PGE melihat peluang untuk berperan aktif, memastikan pertumbuhan digital Indonesia dibangun secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Energi Panas Bumi Jadi Solusi Strategis

Ketua Umum IDPRO, Hendra Suryakusuma, menegaskan bahwa data center merupakan tulang punggung transformasi digital nasional. Namun, keberlanjutan energi menjadi tantangan besar yang harus dijawab sejak awal.

Menurut Hendra, pemanfaatan energi panas bumi untuk operasional data center adalah solusi strategis yang mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni ketersediaan energi jangka panjang dan penurunan emisi karbon. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor seperti ini sebagai preseden penting bagi arah pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

“Keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sinergi energi hijau dan infrastruktur digital akan memperkuat daya saing Indonesia di level global,” katanya singkat.

Dukungan Akademik untuk Hilirisasi Teknologi

Dari sisi akademisi, Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyambut baik inisiatif tersebut. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FT UI, Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto, menilai proyek ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat riset terapan dan hilirisasi teknologi.

Baca Juga  Server Nasional Korsel Information Resources Service (NIRS) Terbakar Sistem Identitas Digital Pemerintah Terganggu

Ia menekankan bahwa integrasi energi panas bumi sebagai sumber listrik hijau bagi data center membuka ruang lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. “Kami siap memberikan dukungan keilmuan agar proyek ini memberi manfaat maksimal bagi ekosistem energi dan digital Indonesia,” ujarnya.

Menuju Ekosistem Digital Berkelanjutan

Kolaborasi PGE, IDPRO, dan FT UI menandai babak baru pengembangan infrastruktur digital nasional yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan potensi panas bumi yang melimpah, Indonesia berpeluang menjadi pionir data center hijau di kawasan regional sekaligus memperkuat komitmen menuju transisi energi bersih.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Baca berita dan analisis lainnya seputar energi, ekonomi, dan teknologi hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait