JurnalLugas.Com – Insiden kebakaran di pusat data nasional Korea Selatan kembali menyoroti risiko keamanan infrastruktur digital. Api yang berkobar pada Jumat (26/9/2025) malam di National Information Resources Service (NIRS), Kota Daejeon, menyebabkan lumpuhnya puluhan layanan daring pemerintah hingga Sabtu (27/9/2025).
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan, sumber api diduga berasal dari baterai lithium di ruang penyimpanan server NIRS. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dalam beberapa jam, namun seorang teknisi dilaporkan mengalami luka akibat paparan asap tebal.
Seorang pejabat NIRS yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa asap pertama kali terdeteksi sekitar pukul 23.40 waktu setempat. “Kami segera mengaktifkan sistem darurat, tetapi api menjalar cukup cepat di area baterai cadangan,” ujarnya.
Dampak Layanan Pemerintah
Kebakaran tersebut memicu gangguan serius pada sedikitnya 70 layanan publik digital. Sistem yang terdampak mencakup:
- Sistem identitas digital warga,
- Platform pengaduan publik,
- Sistem surat elektronik pemerintah,
- serta sejumlah situs web resmi kementerian.
Akibatnya, jutaan pengguna tidak dapat mengakses layanan administratif secara daring. Pemerintah Korea Selatan kemudian menyiapkan jalur alternatif manual sembari memulihkan sistem utama.
Keterangan Resmi
Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Kim Sung-ho, menegaskan pihaknya akan mempercepat audit keamanan seluruh pusat data pemerintah.
“Kebakaran ini menjadi peringatan keras bahwa infrastruktur digital vital negara harus dilindungi dari risiko teknis sekecil apa pun,” katanya dalam konferensi pers di Seoul.
Pihak NIRS juga menyatakan sedang berkoordinasi dengan perusahaan penyedia sistem server untuk melakukan investigasi teknis mendalam. Perusahaan tersebut, yang berperan sebagai pemasok infrastruktur baterai cadangan, belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan yang terjadi.
Upaya Pemulihan
Sejumlah layanan pemerintah diprediksi akan kembali normal secara bertahap dalam 48 jam ke depan. Namun, otoritas menekankan bahwa pemulihan penuh kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama mengingat kerusakan fisik pada perangkat keras cukup signifikan.
Kebakaran di Daejeon ini menjadi salah satu insiden teknologi terbesar dalam sejarah Korea Selatan setelah kasus serupa yang pernah melumpuhkan pusat data swasta pada 2022.
Baca berita lebih lanjut di JurnalLugas.Com






