JurnalLugas.Com – Perusahaan infrastruktur digital Digital Edge resmi mengumumkan pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) terbesar di Indonesia melalui pembiayaan hijau senilai 665 juta dolar AS atau sekitar Rp10 triliun.
“Pembiayaan ini menegaskan kepemimpinan Digital Edge dalam infrastruktur digital berkelanjutan dan mendukung bisnis dengan performa tinggi siap AI,” ujar Jonathan Walbridge, CFO Digital Edge, Jumat (20/3/2026).
Dana tersebut dialokasikan untuk fase awal pembangunan Kampus CGK, yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 500 megawatt (MW) guna mendukung ekosistem digital nasional.
Pusat data ini menjadi bagian dari investasi multi-fase senilai total 4,5 miliar dolar AS, yang menempatkan fasilitas ini sebagai salah satu kampus pusat data hyperscale siap AI terbesar di tanah air.
Menurut Walbridge, keberhasilan struktur pendanaan ini berkat dukungan sejumlah lembaga keuangan global dan nasional, termasuk BNP Paribas, Clifford Capital, Credit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, BCA, dan SMBC.
Proyek ini hadir di tengah meningkatnya permintaan layanan komputasi awan, pengolahan data besar, dan adopsi AI di Indonesia. Selain kapasitas tinggi, Kampus CGK dirancang dengan standar efisiensi energi unggul, menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) 1,25, salah satu yang paling kompetitif di industri.
Aspek keberlanjutan juga menjadi fokus utama, dengan integrasi energi terbarukan dan sistem daur ulang air, sejalan dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk mendukung target emisi nol bersih 2060.
Proyek ini diperkirakan akan menjadi tonggak penting bagi transformasi digital nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai hub AI dan pusat data hyperscale di kawasan Asia Tenggara.
Sumber lebih lengkap dapat diakses di JurnalLugas.Com.
(SF)






