Tarif Listrik Terbaru 2026, Ini Rincian Lengkap Semua Golongan

JurnalLugas.Com — Pemerintah memastikan tarif listrik PLN periode 19–25 Januari 2026 tidak mengalami perubahan. Keputusan ini menegaskan bahwa seluruh golongan pelanggan, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap membayar tarif yang sama seperti awal Januari 2026.

Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi nasional. Penyesuaian tarif listrik sendiri dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga untuk periode Januari–Maret 2026, tarif masih mengacu pada ketetapan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Seorang pejabat di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, penahanan tarif ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas sektor usaha. “Untuk triwulan ini, tarif listrik diputuskan tetap,” ujarnya singkat.

Dasar Aturan Tarif Listrik 2026

Penetapan tarif listrik mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment). Khusus pelanggan nonsubsidi, evaluasi tarif mempertimbangkan empat indikator ekonomi makro, yakni:

Baca Juga  Diskon Listrik 50% Batal Berlaku Ini Penjelasan Resmi Kementerian ESDM
  • Nilai tukar rupiah
  • Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP)
  • Tingkat inflasi nasional
  • Harga Batubara Acuan (HBA)

Sementara itu, 24 golongan pelanggan bersubsidi, termasuk rumah tangga miskin, pelanggan sosial, bisnis kecil, industri kecil, dan UMKM, tetap mendapatkan tarif tanpa kenaikan.

Rincian Tarif Listrik Terbaru 19–25 Januari 2026

1. Tarif listrik subsidi rumah tangga

  • R-1/TR 450 VA: Rp415 per kWh
  • R-1/TR 900 VA: Rp605 per kWh

2. Tarif listrik rumah tangga nonsubsidi

  • R-1/TR 900 VA: Rp1.352 per kWh
  • R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
  • R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
  • R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
  • R-3/TR, TM di atas 6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh

3. Tarif listrik keperluan bisnis

  • B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
  • B-3/TM, TT di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

4. Tarif listrik keperluan industri

  • I-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
  • I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp996,74 per kWh

5. Tarif listrik fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum

  • P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
  • P-2/TM di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
  • P-3/TR penerangan jalan umum: Rp1.699,53 per kWh
  • L/TR, TM, TT berbagai tegangan: Rp1.644,52 per kWh
Baca Juga  Meteran PLN Modern Punya Fitur Tersembunyi Jarang Diketahui, Bisa Hemat Listrik

6. Tarif listrik pelayanan sosial

  • S-1/TR 450 VA: Rp325 per kWh
  • S-1/TR 900 VA: Rp455 per kWh
  • S-1/TR 1.300 VA: Rp708 per kWh
  • S-1/TR 2.200 VA: Rp760 per kWh
  • S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp900 per kWh
  • S-2/TM di atas 200 kVA: Rp925 per kWh

Dengan tarif yang masih stabil, masyarakat diharapkan dapat mengatur konsumsi listrik secara lebih terencana, sementara pelaku usaha memperoleh kepastian biaya operasional di awal 2026.

Baca berita ekonomi dan kebijakan publik lainnya di https://jurnallugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait