JurnalLugas.Com — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pekan perdagangan yang berat pada periode 2–6 Februari 2026. Tekanan jual masif melanda pasar saham, seiring pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi hingga 4,73 persen dan berakhir di level 7.935,26.
Koreksi indeks tercermin dari pergerakan sejumlah saham yang mencatat penurunan tajam dalam sepekan. Emiten dari berbagai sektor, mulai dari hiburan, tekstil, telekomunikasi, hingga properti, masuk dalam daftar saham dengan pelemahan terdalam atau top losers.
Berdasarkan data statistik perdagangan BEI, penurunan harga saham kali ini dipicu oleh kombinasi aksi ambil untung, tekanan sentimen global, serta minimnya katalis positif jangka pendek. Analis pasar menilai kondisi tersebut mendorong investor memilih sikap wait and see, terutama pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah.
Saham dengan koreksi paling dalam ditempati oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM). Emiten sektor hiburan ini mengalami penurunan harga sangat tajam hingga 55,34 persen dalam sepekan. Harga saham FILM terjun dari Rp14.500 menjadi Rp6.475 per saham, mencerminkan tekanan jual yang sangat kuat.
Sementara itu, saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mencatat pelemahan paling terbatas di antara sepuluh besar top losers, meski tetap terkoreksi signifikan sebesar 40,21 persen. Harga saham MINA turun dari Rp378 menjadi Rp226 per saham.
Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan terbesar selama perdagangan pekan 2–6 Februari 2026, mengacu pada data resmi Bursa Efek Indonesia:
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 55,34 persen ke Rp6.475
- PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) melemah 54,41 persen ke Rp1.345
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) merosot 52,46 persen ke Rp5.550
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) turun 46,33 persen ke Rp805
- PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) terkoreksi 45,95 persen ke Rp160
- PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melemah 44,54 persen ke Rp193
- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) turun 43,81 persen ke Rp590
- PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) susut 41,78 persen ke Rp85
- PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) terkoreksi 40,99 persen ke Rp131
- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) turun 40,21 persen ke Rp226
Pelaku pasar diimbau tetap mencermati aspek fundamental dan risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Pergerakan saham-saham top losers ini dinilai menjadi cerminan meningkatnya kehati-hatian investor sepanjang pekan berjalan.
Untuk berita ekonomi, pasar saham, dan investigasi lainnya, kunjungi https://JurnalLugas.Com.






