JurnalLugas.Com — Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan. Ia menekankan bahwa tudingan sebaliknya merupakan pemahaman yang keliru.
“Polemik yang membenturkan MBG dengan pembangunan sekolah terlalu berlebihan. Pemerintah tidak pernah mengurangi alokasi infrastruktur, bahkan kini membangun sekolah rakyat di berbagai daerah,” ujar Misbakhun, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Misbakhun menjelaskan, anggaran pendidikan selalu meningkat setiap tahun, sesuai amanat konstitusi yang menetapkan minimal 20 persen dari total belanja negara. Seiring bertambahnya volume APBN, nominal anggaran pendidikan pun ikut naik.
Program MBG kini telah berjalan lancar di sejumlah daerah yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Targetnya mencapai sekitar 84 juta penerima manfaat, mayoritas anak-anak usia sekolah. Misbakhun menyatakan, strategi alokasi anggaran ini mengikuti prinsip “follow the program”, yakni anggaran diarahkan sesuai tujuan program, dalam hal ini memperkuat gizi anak-anak.
“Ini strategi alokasi yang cermat, bukan kesalahan anggaran. Pilihan ini merupakan kewenangan pemerintah dalam menjalankan APBN dan seharusnya diapresiasi sebagai langkah yang tepat,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menegaskan narasi bahwa MBG memangkas anggaran pendidikan tidak benar. Menurutnya, seluruh program pendidikan strategis tetap berjalan dan diperkuat, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, akses pendidikan diperluas melalui sekolah rakyat untuk anak putus sekolah, lengkap dengan fasilitas tempat tinggal, makanan bergizi, pendidikan, dan jaminan kesehatan. Selain itu, pemerintah pusat pada 2025 merenovasi sekitar 16.000 sekolah dengan anggaran Rp17 triliun, meski pengelolaan sekolah tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah. Percepatan digitalisasi pembelajaran juga dilakukan melalui distribusi 280.000 televisi digital yang akan terus ditingkatkan.
Pendekatan lintas sektor yang diterapkan pemerintah dalam program MBG menunjukkan strategi alokasi anggaran yang matang, memastikan program gizi berjalan efektif tanpa mengganggu pembangunan fisik pendidikan.
Berita lainnya JurnalLugas.Com
(SF)






