JurnalLugas.Com – Badan Gizi Nasional mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Natuna untuk berhati-hati dalam penggunaan ikan laut sebagai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi keracunan makanan yang sebelumnya pernah memicu kejadian luar biasa (KLB) di salah satu daerah di Indonesia.
Kepala Koordinator BGN Wilayah Natuna Lutshia Widi Febiana mengatakan penggunaan ikan laut dalam menu MBG bukan dilarang sepenuhnya, melainkan hanya tidak dianjurkan demi menjaga keamanan konsumsi para penerima manfaat program.
“Tujuannya untuk mengantisipasi risiko keracunan makanan. Jadi sifatnya bukan larangan mutlak,” ujar Lutshia saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan arahan tersebut merupakan hasil koordinasi daring bersama BGN pusat yang ditujukan kepada seluruh SPPG di berbagai daerah.
Menurut dia, rekomendasi itu muncul setelah adanya kasus keracunan massal yang diduga berkaitan dengan konsumsi ikan laut pada program serupa di wilayah lain.
BGN menilai aspek kesehatan dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Karena itu, seluruh bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG diwajibkan melalui pengawasan ketat agar aman dikonsumsi.
Selain memperhatikan kualitas bahan baku, pihak SPPG juga diminta melakukan pendataan riwayat alergi maupun kondisi kesehatan penerima manfaat sebelum makanan disajikan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan tertentu.
“Riwayat alergi dan kondisi kesehatan penerima manfaat juga diperhatikan supaya makanan yang diberikan benar-benar aman,” kata Lutshia.
Meski demikian, ia mengakui penggunaan ikan laut sebenarnya cukup relevan untuk wilayah Natuna yang dikenal sebagai daerah penghasil perikanan.
Selain mudah diperoleh, pemanfaatan hasil laut lokal juga dinilai dapat membantu mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, keputusan penggunaan ikan laut dalam menu MBG nantinya tetap diserahkan kepada kebijakan masing-masing kepala SPPG dengan mempertimbangkan faktor keamanan pangan.
Lutshia menyebut salah satu SPPG di Natuna sebelumnya juga pernah menggunakan ikan laut sebagai bagian dari menu makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Pemerintah berharap program tersebut tidak hanya mampu memperbaiki asupan nutrisi, tetapi juga mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Baca berita nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






