Isu Anak Keracunan MBG Meninggal Dunia, Jelas Ini Kata Nanik

JurnalLugas.Com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh siswa yang sempat mengalami gangguan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah pulih sepenuhnya.

Insiden yang terjadi pada 26 Februari 2026 itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Namun BGN menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan para siswa hanya mengalami sakit perut ringan dan telah kembali beraktivitas seperti biasa sehari setelah kejadian.

“Beberapa anak sempat mengeluhkan sakit perut, tetapi kondisinya cepat membaik dan keesokan harinya sudah pulih,” ujar Nanik, Selasa (3/3/2026).

Isu Siswa Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Nanik juga meluruskan kabar yang beredar di platform X terkait narasi adanya dua siswa meninggal dunia akibat keracunan menu bakso dalam program MBG di SPPG Simpang Mamplam.

Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasar dan masuk kategori hoaks. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi.

“Kabar itu tidak benar. Masyarakat harus lebih bijak dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya,” tegasnya.

Baca Juga  Heboh Kebijakan Baru SPPG, Mitra Diminta Belanja dari UMKM Desa

Sebelumnya, akun X dengan nama pengguna @yaniarsim mengunggah video yang memperlihatkan aparat kepolisian menyegel dapur MBG. Video tersebut kemudian dinarasikan seolah-olah terdapat korban meninggal dunia akibat keracunan.

BGN memastikan penyegelan dilakukan sebagai langkah penanganan dan evaluasi standar keamanan pangan, bukan karena adanya korban jiwa.

SPPG Terbukti Langgar Standar Langsung Disuspend

BGN menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis. Setiap SPPG yang terbukti melanggar standar keamanan pangan akan langsung diberhentikan sementara.

“Jika ada SPPG yang terbukti menyebabkan insiden keamanan pangan, langsung kami lakukan suspend untuk evaluasi menyeluruh,” kata Nanik.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari perbaikan tata kelola program agar kejadian serupa tidak terulang. Evaluasi meliputi prosedur pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan bahan baku.

Sinergi Tangkal Hoaks Bersama Kemkomdigi

Dalam menghadapi derasnya arus informasi digital, BGN memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) guna mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi terkait Program MBG.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa penguatan narasi berbasis data dan fakta menjadi prioritas utama lembaganya.

Menurut Hida, program strategis nasional seperti MBG menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga setiap informasi yang beredar harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Bupati Agam Tetapkan KLB Kasus Keracunan MBG di Lubuk Basung, 54 Warga Dirawat

“Program ini menyentuh kebutuhan publik secara langsung. Karena itu, ruang digital harus dijaga agar tetap sehat dari informasi keliru,” ujarnya.

Kerja sama dengan Kemkomdigi tidak hanya sebatas klarifikasi isu, tetapi juga mencakup sistem deteksi dini potensi penyebaran informasi salah di berbagai platform digital. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring media, koordinasi lintas lembaga, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Komitmen Transparansi Program MBG

BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan pengawasan ketat. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi serta distribusi berjalan sesuai prosedur.

Pihak BGN juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran di lapangan. Transparansi disebut menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap program nasional tersebut.

Dengan klarifikasi resmi ini, BGN berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tetap mendukung upaya peningkatan gizi anak melalui Program MBG.

Baca berita nasional lainnya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait