Saham Alfamidi (MIDI) Naik! Usai Alfamart Ambil Alih Gerai Lawson Indonesia

JurnalLugas.Com — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan ritel pemilik jaringan Alfamart, kini secara resmi mengambil alih pengelolaan seluruh gerai Lawson Indonesia dari entitas anaknya, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan akta jual beli saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS)—pemilik resmi Lawson Indonesia—pada Rabu, 14 Mei 2025. Berdasarkan dokumen transaksi, MIDI melepas 70 persen kepemilikan saham atau setara 1,48 miliar lembar saham Lawson dengan harga pelaksanaan Rp135 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp200,45 miliar.

Bacaan Lainnya

“Penandatanganan akta jual beli ini merupakan realisasi dari syarat-syarat awal dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang telah kami umumkan dalam Keterbukaan Informasi pada 9 April 2025,” tulis manajemen MIDI dalam keterangannya.

Fokus Bisnis Ritel Inti, MIDI Lepas Lawson

Keputusan divestasi ini sejalan dengan strategi jangka panjang MIDI untuk memperkuat fokus pada lini bisnis ritel inti. MIDI saat ini mengoperasikan 2.368 gerai Alfamidi, 62 Alfamidi Super, serta 5 gerai Midi Fresh di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga  PT Midi Utama Indonesia Tbk Lepas Saham Lawson Indonesia ke PT Sumber Alfaria Trijaya

Sementara itu, Lawson dikenal sebagai jaringan convenience store dengan 374 gerai yang sebagian besar menawarkan makanan siap saji atau ready-to-eat. Dengan penjualan saham ini, MIDI dapat mengalokasikan dana segar untuk operasional dan belanja modal, serta ekspansi usaha di sektor yang menjadi inti kekuatannya.

“Dana hasil transaksi akan mendukung pendanaan kegiatan operasional dan belanja modal untuk pengembangan usaha kami ke depan,” lanjut manajemen.

Dampak Finansial: Liabilitas Turun, Prospek Saham Cerah

Dalam laporan riset yang dirilis Phintraco Sekuritas, divestasi Lawson diyakini akan berdampak positif terhadap kesehatan keuangan MIDI. Dilepasnya Lawson berpotensi menurunkan beban operasional sekaligus mengurangi total liabilitas perusahaan hingga Rp242 miliar, terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp189 miliar dan jangka panjang Rp53 miliar.

Analis Phintraco memperkirakan nilai wajar saham MIDI berada di level Rp428 per saham, berdasarkan metode discounted cash flow dengan asumsi tingkat pengembalian 9,58 persen dan pertumbuhan terminal 3,88 persen.

Baca Juga  Alfamidi Naikkan Jenjang Karir 248 Pekerja Disabilitas, Komitmen Alfability Inklusi Kerja Terus Diperkuat

Per Rabu (14/5/2025), saham MIDI tercatat naik tipis 0,95 persen ke harga Rp426. Dalam sepekan, saham ini menguat 2,4 persen dan telah tumbuh impresif sebesar 21,71 persen dalam satu bulan terakhir.

Langkah Alfamart mengambil alih Lawson Indonesia menjadi bagian dari konsolidasi strategis dalam industri ritel tanah air. Konsolidasi ini tak hanya mempertegas posisi AMRT sebagai pemain utama, namun juga membuka peluang ekspansi yang lebih terfokus bagi MIDI.

Baca informasi bisnis dan ekonomi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait