JurnalLugas.Com – Iran memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya bahwa mereka tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari Timur Tengah selama konflik masih berlangsung. Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Mohammad Naini, Selasa (10/3).
“Dengan agresi yang terus berlangsung terhadap rakyat dan fasilitas sipil kami, angkatan bersenjata Iran akan menghentikan seluruh pengiriman minyak kepada pihak lawan sampai pemberitahuan resmi berikutnya,” ujar Naini, menekankan posisi tegas Teheran.
Upaya Tekanan Ekonomi Tidak Akan Efektif
Naini menegaskan, upaya negara-negara Barat untuk memanipulasi harga minyak dan gas hanya akan bersifat sementara. Menurutnya, Iran memegang kendali penuh atas jalannya konflik saat ini dan menentukan sendiri kapan situasi ini bisa mereda.
“Setiap klaim yang menyebut kemampuan rudal Iran melemah adalah salah kaprah. Justru kami sedang meningkatkan kekuatan sistem rudal kami,” lanjut Naini.
Rudal Iran dengan Kapasitas Lebih Besar
Sumber resmi IRGC juga menyatakan, Iran berencana meluncurkan rudal dengan hulu ledak berat minimal satu ton. Langkah ini dimaksudkan untuk menegaskan kesiapan Iran dalam menghadapi ancaman eksternal serta menjaga keamanan jalur energi strategis di kawasan Timur Tengah.
Pengamat regional menyebut keputusan Iran bisa berdampak pada pasokan energi global, termasuk harga minyak dan gas di pasar internasional. Setiap gangguan ekspor minyak dari Timur Tengah berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi global.
Situasi ini meningkatkan tekanan diplomatik di kawasan, sementara komunitas internasional terus memantau potensi eskalasi lebih lanjut.
Untuk pembahasan lebih mendalam dan berita terkini seputar geopolitik dan energi, kunjungi JurnalLugas.Com.
(HD)






