5 Ton Mangga Ilegal dari Vietnam Dimusnahkan di Sumut

JurnalLugas.Com — Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Sumatera Utara mengambil langkah tegas dengan memusnahkan lima ton mangga asal Vietnam yang terbukti tidak memenuhi standar karantina. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keamanan pangan nasional menjelang arus konsumsi tinggi saat Lebaran.

Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menegaskan bahwa komoditas tersebut tidak lolos pemeriksaan administratif maupun kesehatan. Ia menyebutkan bahwa buah impor itu berpotensi membawa ancaman bagi ekosistem lokal dan konsumen.

Bacaan Lainnya

“Barang ini tidak memenuhi syarat karantina, sehingga tidak terjamin dari sisi kesehatan dan keamanan pangan,” ujarnya di Medan, Rabu (18/3).

Proses Pemusnahan Sesuai Standar Biosekuriti

Pemusnahan dilakukan melalui prosedur ketat berbasis standar biosekuriti. Seluruh mangga dimasukkan ke dalam lubang khusus, kemudian disiram cairan pengurai berupa effective microorganisms 4 (EM4) untuk mempercepat dekomposisi.

Baca Juga  Baru Dibentuk Satgas Impor Amankan Barang Ilegal Rp40 miliar Zulhas Pemilik WNA Dijual Online

Setelah proses tersebut, komoditas dibakar dan ditimbun tanah guna memastikan tidak ada sisa yang berpotensi mencemari lingkungan atau menyebarkan organisme berbahaya.

Terungkap dari Operasi Intelijen

Kasus ini terungkap setelah satu unit truk canter kuning yang mengangkut mangga ilegal diamankan oleh Detasemen Intelijen Kodam I/Bukit Barisan di kawasan Rantau Utara, Labuhanbatu.

Temuan tersebut menjadi bukti masih maraknya upaya penyelundupan pangan ilegal melalui jalur darat yang luput dari pengawasan resmi.

Penindakan di Jalur Laut

Tidak hanya itu, Karantina Sumut juga melakukan pemusnahan berbagai buah dan sayuran asal Malaysia yang dibawa penumpang tanpa dokumen resmi. Penindakan dilakukan di Terminal Ferry Internasional Teluk Nibung, Tanjungbalai pada Selasa (17/3).

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menutup celah masuknya komoditas ilegal, baik melalui jalur darat maupun laut.

Pengawasan Diperketat Jelang Idul Fitri

Karantina Sumut memastikan akan terus memperkuat pengawasan di pintu masuk resmi dan jalur tikus, terutama menjelang meningkatnya aktivitas perdagangan saat Lebaran.

Baca Juga  Mangga Ilegal 14,6 Ton dari Thailand Dimusnahkan Diduga Bawa Larva Berbahaya

Prayatno menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, termasuk peran intelijen TNI, sebagai kunci dalam menjaga kedaulatan hayati nasional.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan tidak membawa atau membeli produk pangan ilegal.

“Partisipasi masyarakat sangat penting agar momentum Idul Fitri tetap aman, sehat, dan nyaman,” katanya.

Langkah tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kepatuhan terhadap regulasi karantina demi keamanan bersama.

Baca berita lainnya di https://JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait