Naik 3% dalam Sehari, Harga Emas Dunia Justru Anjlok Parah Sepanjang Maret 2026

JurnalLugas.Com — Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan akhir Maret 2026. Dalam satu sesi, harga logam mulia ini naik sekitar 3,46% dan menyentuh level USD4.667 per troy ons.

Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus mengakhiri tekanan yang sempat membebani pasar emas sepanjang bulan.

Bacaan Lainnya

Seorang analis pasar menyebut, penguatan ini dipicu oleh aksi beli investor yang kembali masuk setelah harga emas berada di level rendah dalam beberapa pekan terakhir.

Kinerja Bulanan Anjlok, Terburuk Sejak 2008

Meski menguat di akhir periode, harga emas justru mencatat kinerja negatif secara bulanan. Sepanjang Maret 2026, emas mengalami penurunan sekitar 12%.

Penurunan tajam ini menjadikan performa emas sebagai yang terburuk sejak krisis keuangan global 2008, sebuah periode yang dikenal dengan volatilitas ekstrem di pasar keuangan dunia.

Analis menilai, tekanan besar ini mencerminkan perubahan signifikan dalam sentimen investor global terhadap aset safe haven.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Anjlok Ini Daftar Lengkap dan Ketentuan Pajak Jual Beli Emas Terbaru

Tekanan Suku Bunga dan Inflasi Global

Faktor utama yang menekan harga emas adalah ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Selain itu, lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik turut mendorong inflasi global. Hal ini memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat.

“Emas cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena biaya peluang meningkat,” ujar seorang analis dalam pernyataan singkatnya.

Dolar AS Menguat, Permintaan Emas Tertekan

Penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang menekan harga emas. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri, sehingga permintaan global cenderung melemah.

Kondisi ini semakin memperparah tekanan yang sudah terjadi akibat kebijakan moneter ketat dan tingginya inflasi.

Sentimen Geopolitik Picu Rebound

Di tengah tekanan tersebut, ketegangan geopolitik global tetap memberikan dukungan terhadap harga emas. Konflik di Timur Tengah mendorong sebagian investor kembali mencari aset aman.

Kenaikan harga di akhir bulan dinilai sebagai reaksi pasar terhadap meningkatnya risiko global, meskipun belum cukup kuat untuk mengubah tren penurunan secara keseluruhan.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Turun, UBS dan Galeri24 Tahan Posisi

Emas Masih Menarik

Meski mengalami tekanan dalam jangka pendek, prospek emas ke depan masih dinilai positif. Dukungan dari pembelian bank sentral serta tren diversifikasi cadangan devisa menjadi faktor penopang utama.

Beberapa proyeksi bahkan menyebut harga emas berpotensi tetap tinggi sepanjang 2026, meskipun pergerakannya akan dipenuhi volatilitas.

Kenaikan harga emas hingga lebih dari 3% di akhir Maret 2026 memberikan angin segar bagi pasar. Namun, penurunan bulanan sekitar 12% menegaskan bahwa tekanan terhadap emas masih sangat kuat.

Dengan berbagai faktor global yang masih dinamis, investor perlu mencermati perkembangan suku bunga, pergerakan dolar AS, serta situasi geopolitik sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca berita ekonomi dan pasar global terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait