SeaBank Tancap Gas, Laba Melejit 79 Persen, Siap Gebrak Layanan Digital Baru

JurnalLugas.Com — Transformasi perbankan digital di Indonesia kian menunjukkan hasil nyata. PT Bank Seabank Indonesia mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang 2025, menandai fase akselerasi bisnis yang semakin matang di tengah kompetisi industri yang ketat.

Sepanjang tahun buku 2025, SeaBank membukukan laba bersih sebesar Rp678,4 miliar melonjak 79 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp378,8 miliar. Kinerja ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan strategi ekspansi digital yang mulai memberikan dampak berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama SeaBank, Sasmaya Tuhuleley, menilai pertumbuhan tersebut sebagai bukti bahwa pendekatan berbasis teknologi dan kebutuhan nasabah telah berada di jalur yang tepat.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan bank digital sebagai solusi keuangan harian,” ujarnya singkat di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Konsistensi Profit dan Ekspansi Nasabah

Kinerja 2025 memperpanjang tren positif dalam beberapa tahun terakhir. SeaBank sebelumnya mencatat laba Rp241,4 miliar pada 2023 dan Rp269,2 miliar pada 2022 menunjukkan kurva pertumbuhan yang stabil dan meningkat.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp34,8 triliun hingga akhir 2025. Angka ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan publik terhadap ekosistem digital banking.

Baca Juga  AYAM Catatkan Laba Bersih Saham PT Janu Putra Sejahtera Tbk Naik

Tak hanya itu, jumlah nasabah juga melonjak tajam. Hingga Desember 2025, SeaBank telah melayani lebih dari 28 juta pengguna sebuah pencapaian yang menempatkannya sebagai salah satu bank digital dengan basis pengguna terbesar di Indonesia.

Aktivitas transaksi pun mencerminkan intensitas penggunaan yang tinggi. Rata-rata lebih dari 12 juta transaksi terjadi setiap hari, dengan perputaran dana menembus Rp5 triliun per hari, khususnya pada periode akhir tahun.

Strategi 2026 Inovasi dan Kartu Debit

SeaBank tak berhenti pada capaian finansial. Perseroan mulai menyiapkan langkah baru untuk memperkuat ekosistem layanan, termasuk rencana peluncuran kartu debit pada 2026.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas akses transaksi, terutama untuk kebutuhan offline yang selama ini menjadi celah dalam layanan bank digital.

Sasmaya menegaskan bahwa inovasi akan tetap berfokus pada pengalaman pengguna. “Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan agar aktivitas finansial nasabah semakin mudah dan terintegrasi,” katanya.

Fundamental Kuat, Risiko Terkendali

Di tengah ekspansi agresif, SeaBank tetap menjaga kualitas aset. Total penyaluran kredit mencapai Rp32,1 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali di level 1,82 persen masih dalam batas aman industri.

Baca Juga  Huawei Singkirkan Apple di China Raih Penjualan dan Laba Bersih Rp43 triliun

Dari sisi kekuatan finansial, total aset SeaBank menembus Rp44,4 triliun atau tumbuh 28,5 persen secara tahunan. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 23,3 persen, mencerminkan fondasi permodalan yang solid untuk menopang ekspansi lanjutan.

Indikator profitabilitas juga menunjukkan efisiensi model bisnis. Return on Assets (ROA) tercatat 2,3 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 11,5 persen menandakan bisnis yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menguntungkan.

Era Baru Bank Digital

Lonjakan kinerja SeaBank menegaskan bahwa bank digital bukan lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi bagian penting dalam sistem keuangan modern Indonesia.

Dengan kombinasi pertumbuhan nasabah, inovasi layanan, dan fundamental keuangan yang kuat, SeaBank berada di posisi strategis untuk terus memperluas pengaruhnya di era ekonomi digital.

Jika momentum ini terjaga, bukan tidak mungkin bank digital akan menjadi tulang punggung transaksi keuangan masyarakat dalam waktu dekat.

Baca selengkapnya di JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait