Super Sekali, Rp60 Triliun Cair, MBG Jangkau 27 Ribu Titik, Cerdaskan Anak di 10 Tahun Nanti

JurnalLugas.Com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan perluasan signifikan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan realisasi anggaran yang telah mencapai Rp60 triliun.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa distribusi program MBG kini telah merata dari wilayah paling barat hingga timur Indonesia. Menurutnya, besarnya serapan anggaran tersebut sekaligus menandai pergerakan ekonomi baru di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

“Program ini sudah menjangkau seluruh Indonesia. Anggaran Rp60 triliun telah terserap dan tersebar dari Sabang sampai Merauke, ikut menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Dalam pemaparannya pada kegiatan retret ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Dadan menjelaskan bahwa program MBG lahir dari perhatian pemerintah terhadap tantangan kualitas sumber daya manusia di tengah laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.

Ia menyebut, Indonesia masih mengalami pertumbuhan penduduk sekitar enam orang per menit atau sekitar tiga juta orang per tahun, dengan proyeksi mencapai 324 juta jiwa pada 2045. Namun, tantangan utama bukan hanya jumlah penduduk, melainkan kualitas generasi yang akan datang.

“Persoalannya bukan hanya pertumbuhan, tetapi dari mana pertumbuhan itu berasal dan bagaimana kualitasnya,” kata Dadan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah rata-rata lama pendidikan masyarakat yang masih berkisar sembilan tahun. Kondisi ini berpengaruh pada pola asuh dan akses gizi anak di banyak keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 60 persen anak Indonesia yang belum mendapatkan asupan gizi seimbang secara optimal, termasuk rendahnya konsumsi susu pada kelompok anak-anak.

“Banyak anak lahir dari orang tua dengan pendidikan dasar. Tidak heran jika sebagian besar belum memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang, bahkan banyak yang jarang mengonsumsi susu,” jelasnya.

Program MBG sendiri dirancang sebagai intervensi jangka panjang yang menyasar dua fase penting kehidupan anak, yakni 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode krusial perkembangan otak, serta usia sekolah yang menentukan pertumbuhan fisik dan pembentukan karakter.

Pemerintah menilai pendekatan ini penting untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kecerdasan generasi masa depan. Target jangka panjangnya adalah menciptakan generasi yang lebih sehat, lebih tinggi secara fisik, dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

“Harapannya, dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, anak-anak yang lahir hari ini tumbuh tanpa stunting, dengan kualitas kecerdasan yang meningkat,” tutupnya.

Program MBG kini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju 2045.

Baca berita lainnya di: https://www.jurnallugas.com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait