JurnalLugas.Com β Pergerakan pasar kripto kembali menunjukkan dinamika menarik. Di tengah tekanan ringan pada akhir pekan, Bitcoin justru memperlihatkan fondasi yang semakin kokoh berkat dorongan kuat dari investor institusional dan sentimen global yang membaik.
Pada perdagangan Sabtu (25/4/2026) waktu Indonesia, Bitcoin tercatat melemah sekitar 0,9 persen ke level USD77.564,6. Koreksi ini terjadi setelah reli singkat yang sempat membawa harga menembus USD79.000 pada pertengahan pekan. Meski demikian, secara mingguan aset kripto terbesar di dunia ini masih berpotensi mencatat kenaikan sekitar 2,5 persen menandai tren positif selama empat pekan berturut-turut.
Arus Dana Besar Jadi Penopang Utama
Di balik fluktuasi harga jangka pendek, aliran dana dari investor besar tetap menjadi penopang utama pasar. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat terus menyerap dana dalam jumlah signifikan.
Dalam sepekan terakhir saja, arus masuk bersih mendekati USD1 miliar. Ini menjadi salah satu performa terbaik sejak awal tahun. Tren ini bukan fenomena sesaat melainkan bagian dari gelombang akumulasi yang lebih besar.
Analis pasar kripto, Iliya Kalchev, mencatat bahwa ETF Bitcoin telah mencatat arus masuk selama delapan hari berturut-turut. Dalam periode 6 hingga 22 April, total dana yang masuk melampaui USD2 miliar, melanjutkan pemulihan dari arus keluar sebelumnya.
βIni menunjukkan partisipasi institusional yang semakin dalam dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Bitcoin,β ujarnya singkat.
Secara keseluruhan, total arus masuk kumulatif ke ETF Bitcoin kini telah melampaui USD58 miliar, dengan nilai aset kelolaan mendekati atau bahkan menembus USD100 miliar.
Faktor Geopolitik Ikut Mempengaruhi
Selain faktor internal pasar, sentimen eksternal juga memainkan peran penting. Harapan meredanya ketegangan geopolitik muncul setelah rencana pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Langkah diplomasi ini dinilai mampu meningkatkan selera risiko investor global, termasuk di pasar kripto. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dikabarkan melakukan perjalanan ke sejumlah negara untuk membahas peluang perundingan damai, meskipun detail pertemuan masih terbatas.
Situasi ini memberikan angin segar bagi pasar aset berisiko, yang selama ini sensitif terhadap ketidakpastian global.
Altcoin Bergerak Variatif
Sementara itu, pergerakan altcoin cenderung beragam dengan volatilitas yang relatif terbatas. Ethereum turun sekitar 0,7 persen ke USD2.315,62, mencerminkan tekanan ringan yang juga dialami Bitcoin.
Di sisi lain, XRP mencatat kenaikan tipis 0,1 persen. Beberapa aset lain seperti Solana dan Cardano justru bergerak menguat masing-masing 0,5 persen dan 0,9 persen.
Token berbasis komunitas seperti Dogecoin juga ikut naik sekitar 1,3 persen, menunjukkan minat spekulatif yang masih bertahan di segmen pasar tertentu.
Konsolidasi atau Lanjut Reli?
Dengan kombinasi arus dana institusional yang masif dan meredanya tensi geopolitik, pasar kripto saat ini berada dalam fase yang menarik. Koreksi tipis yang terjadi lebih mencerminkan konsolidasi sehat dibandingkan pembalikan tren.
Investor kini menanti apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentumnya untuk menembus level psikologis berikutnya, atau justru bergerak sideways dalam jangka pendek.
Yang jelas, satu hal semakin terlihat: peran institusi kini bukan lagi pelengkap, melainkan penggerak utama arah pasar kripto global.
Baca berita ekonomi dan kripto terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(ED)






