Analis Kripto Fyqieh Fachrur Setelah Halving Harga Bitcoin (BTC) Diprediksi Stabil

JurnalLugas.Com – Harga Bitcoin (BTC) masih stabil setelah halving baru-baru ini. Menurut CoinmarketCap, pada Minggu 28 April 2024, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 63.966.

Meskipun mengalami kenaikan kecil sebesar 1,4% dalam seminggu, namun terkoreksi sebesar 7,6% dalam sebulan.

Bacaan Lainnya

Analis Kripto Fyqieh Fachrur mencatat bahwa pasar kripto dan Bitcoin masih dalam kondisi stagnan.

Penurunan harga Bitcoin terkait dengan aliran dana ke pasar ETF BTC spot di Amerika Serikat yang terus menurun.

Fyqieh mengungkapkan bahwa data aliran pasar ETF BTC-spot memberikan tekanan terhadap harga Bitcoin, terutama pada hari Kamis (25/4) lalu.

Pada hari Rabu sebelumnya (24/4), pasar ETF BTC-spot mengalami arus keluar bersih sebesar US$ 120,6 juta, yang mengakibatkan penurunan harga Bitcoin menjadi US$ 62.844.

“Peningkatan harga Bitcoin terhambat oleh indikator ekonomi AS yang kurang memuaskan pada Kamis malam,” ujar Fyqieh pada Minggu 28 April 2024. “Perekonomian AS hanya tumbuh sebesar 3,1% pada kuartal pertama 2024, dibandingkan dengan 3,4% pada kuartal sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga  Harga Bitcoin Melejit Dana Investasi dalam ETF Spot Bitcoin Capai Rp20 Triliun dalam Sebulan

Fyqieh menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat meningkatkan kekhawatiran akan penurunan suku bunga The Fed tahun ini.

Selain itu, data Produk Domestik Brutu (PDB) AS yang mengecewakan juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, yang berpotensi mengurangi harapan akan penurunan suku bunga.

“Peningkatan imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun hingga 4,73% juga berdampak negatif pada aset-aset berisiko, termasuk kripto,” tambah Fyqieh.

Fyqieh menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin juga dipicu oleh aksi ambil untung dari investor setelah lonjakan harga yang signifikan, serta ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran.

Selain itu, penjualan besar-besaran aset kripto secara keseluruhan juga terjadi akibat ketidakpastian hukum di industri kripto global.

Dia menyarankan investor untuk memperhatikan data ekonomi AS selain data aliran pasar ETF Bitcoin.

Kecemasan atas laporan pendapatan dan pengeluaran pribadi AS dapat memengaruhi arus dana ke pasar ETF Bitcoin.

Baca Juga  Penembakan Gagal Trump Selamat Bitcoin Meledak ke Rekor Tertinggi!

Secara teknikal, Fyqieh menyebutkan bahwa jika Bitcoin berhasil menembus resistensi pada level US$ 69.000, maka harga Bitcoin dapat mencapai level di atas US$ 70.000.

Namun, jika turun di bawah level dukungan US$ 64.000, maka harga Bitcoin dapat terkoreksi hingga mencapai level support di US$ 60.365.

“Dalam perspektif jangka panjang, indikator Stochastic menunjukkan adanya potensi penurunan lebih lanjut untuk Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan, mungkin mencapai level US$ 50.000,” tambahnya.

Fyqieh menekankan bahwa efek halving dapat dirasakan dalam beberapa bulan ke depan, tergantung pada sentimen pasar dan kondisi teknis yang berkembang.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait