JurnalLugas.Com – Pergerakan harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali menunjukkan tren penguatan pada Sabtu pagi, 25 April. Logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai itu kini dibanderol Rp2.825.000 per gram, naik Rp20.000 dibandingkan posisi sebelumnya.
Kenaikan ini sekaligus mempertegas sentimen positif di pasar emas domestik, seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen safe haven di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Tak hanya harga jual, nilai beli kembali (buyback) juga ikut terdongkrak. Saat ini, Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.636.000 per gram. Angka tersebut menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan mereka.
Fluktuasi Harga dan Faktor Pajak
Harga emas Antam dikenal dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global serta nilai tukar rupiah. Dalam setiap transaksi, pembeli maupun penjual juga perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku.
Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
- 0,45 persen bagi pemilik NPWP
- 0,9 persen untuk non-NPWP
Sementara itu, untuk transaksi penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar:
- 1,5 persen bagi pemilik NPWP
- 3 persen untuk non-NPWP
Potongan pajak tersebut langsung diperhitungkan dalam nilai transaksi, sehingga investor perlu menghitung nilai bersih yang diterima.
Rincian Harga Emas Antam Terbaru
Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan per Sabtu pagi:
- 0,5 gram: Rp1.462.500
- 1 gram: Rp2.825.000
- 2 gram: Rp5.590.000
- 3 gram: Rp8.360.000
- 5 gram: Rp13.900.000
- 10 gram: Rp27.745.000
- 25 gram: Rp69.237.000
- 50 gram: Rp138.395.000
- 100 gram: Rp276.712.000
- 250 gram: Rp691.515.000
- 500 gram: Rp1.382.820.000
- 1.000 gram: Rp2.765.600.000
Setiap pembelian emas batangan disertai bukti potong PPh 22 sebagai bagian dari administrasi perpajakan resmi.
Tren Investasi Masih Prospektif
Kenaikan harga emas hari ini memperkuat pandangan bahwa logam mulia masih menjadi instrumen investasi yang diminati. Selain relatif stabil, emas juga dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Seorang analis pasar komoditas menyebut, “Emas tetap jadi pilihan utama saat ketidakpastian meningkat. Kenaikan hari ini mencerminkan permintaan yang terus terjaga.”
Dengan tren yang masih positif, investor disarankan tetap mencermati pergerakan harga harian dan mempertimbangkan strategi pembelian bertahap untuk meminimalkan risiko fluktuasi.
Untuk informasi ekonomi dan investasi terbaru, kunjungi JurnalLugas.Com.
(ED)






