JurnalLugas.Com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk memperkuat kualitas gizi masyarakat kini menghadapi tantangan baru. Di tengah pelaksanaan program tersebut, muncul dugaan praktik penipuan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat menjadi mitra penyedia layanan.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah kasus dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi para korban.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena diduga tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi mulai muncul di beberapa daerah.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyebut pihaknya saat ini bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menelusuri dugaan praktik tersebut.
“Beberapa laporan telah ditangani dan kemungkinan jumlah kasus dapat berkembang,” ujar Sony dalam keterangan, Selasa 26 Mei 2026.
Pelaku Diduga Gunakan Nama dan Jaringan Palsu
Modus yang ditemukan disebut menggunakan pendekatan yang cukup meyakinkan. Pelaku diduga menawarkan bantuan pengurusan titik SPPG kepada calon mitra dengan mengklaim memiliki akses atau hubungan di lingkungan lembaga terkait.
Korban kemudian dijanjikan proses yang lebih cepat, termasuk penerbitan identitas atau ID SPPG, dengan syarat menyerahkan sejumlah dana.
Nominal yang diminta dalam praktik tersebut dilaporkan bervariasi, mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Tak sedikit calon mitra yang tertarik karena dijanjikan potensi keuntungan besar dari keterlibatan dalam program MBG.
BGN Tegaskan Pengajuan Resmi Tidak Dipungut Biaya
BGN menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran titik SPPG dilakukan melalui mekanisme resmi berbasis daring atau online.
Tahapan yang berlaku mencakup proses administrasi, verifikasi, hingga survei lapangan oleh petugas yang berwenang.
Masyarakat diingatkan agar berhati-hati apabila ada pihak yang menjanjikan jalur khusus, percepatan proses, maupun meminta pembayaran untuk pengurusan titik layanan.
Pengamat kebijakan publik menilai situasi seperti ini kerap muncul saat sebuah program pemerintah memiliki perhatian dan antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Program yang menarik banyak peminat sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan mengatasnamakan institusi resmi,” kata seorang pengamat kebijakan publik.
Korban Diimbau Segera Melapor
Pihak terkait juga mendorong masyarakat yang merasa dirugikan agar segera menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum.
Pelaporan dinilai penting untuk mempercepat pengembangan penyelidikan serta mencegah munculnya korban baru di wilayah lain.
Di tengah besarnya harapan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, pengawasan dan kewaspadaan masyarakat dipandang menjadi faktor penting agar tujuan utama program tetap berjalan sesuai sasaran.
Baca berita nasional terbaru dan informasi lainnya di JurnalLugas.Com
(Catur)






