JurnalLugas.Com — Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto akhirnya tersalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, termasuk warga terdampak banjir bandang di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga.
Penyaluran daging kurban berlangsung di tengah kondisi darurat akibat banjir yang merendam permukiman warga setelah tanggul Didingga jebol diterjang hujan deras berintensitas tinggi. Meski demikian, proses distribusi bantuan tetap berjalan hingga ke lokasi pengungsian warga.
Camat Biau, Sutamin K. Usman, mengatakan sapi kurban bantuan presiden dengan bobot mencapai 1 ton 65 kilogram disalurkan melalui pengurus Masjid Al Abrar.
“Daging kurban bantuan presiden sudah selesai dibagikan, termasuk kepada warga terdampak banjir di KAT Didingga,” ujarnya, Rabu 27 Mei 2026.
Sapi berukuran jumbo bernama “Monster” tersebut berasal dari Desa Leboto, Kecamatan Kwandang. Hewan kurban itu sempat diamankan di area samping masjid saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Selasa sore.
Di tengah proses distribusi bantuan, perhatian publik juga tertuju pada sumber pendanaan program kurban presiden. Berdasarkan data pemerintah sebelumnya, program bantuan hewan kurban Presiden Prabowo tahun ini berasal dari anggaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang bersumber dari APBN atau uang rakyat.
Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program kurban nasional disebut mencapai sekitar Rp100 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan ribuan sapi kurban yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah terdampak bencana.
Kondisi tersebut memunculkan perbincangan di masyarakat karena bantuan kurban dinilai bukan berasal dari dana pribadi presiden, melainkan dari uang rakyat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Meski demikian, warga terdampak banjir mengaku bersyukur bantuan daging kurban tetap sampai di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Sesuai instruksi Bupati Thariq Modanggu, perempuan dan anak-anak di kawasan KAT Didingga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi banjir susulan.
Sebagian warga kini mengungsi ke rumah keluarga di desa sekitar, sementara sejumlah kepala keluarga masih bertahan untuk menyelamatkan harta benda mereka dari genangan banjir.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut dipicu jebolnya tanggul sepanjang sekitar 30 meter setelah hujan deras mengguyur wilayah Gorontalo Utara selama beberapa jam. Arus air yang deras membuat permukiman warga terendam dan akses aktivitas masyarakat terganggu.
Di tengah kondisi itu, distribusi daging kurban menjadi bantuan penting bagi warga terdampak yang membutuhkan pasokan pangan selama masa pengungsian.
Ikuti berita nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






