JurnalLugas.Com – Harga beras di tingkat pedagang eceran nasional masih menunjukkan kestabilan pada perdagangan Sabtu, 27 Juni 2026. Di tengah dinamika harga sejumlah bahan pangan, komoditas beras belum mengalami perubahan berarti dan tetap menjadi salah satu kebutuhan pokok dengan pergerakan harga yang relatif terkendali.
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, seluruh kategori beras diperdagangkan dalam rentang harga yang masih konsisten.
Beras kualitas bawah I dan kualitas bawah II masing-masing dibanderol sekitar Rp14.600 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I dipasarkan dengan harga Rp16.300 per kilogram, sedangkan medium II berada di kisaran Rp16.100 per kilogram.
Untuk kategori premium, beras kualitas super I tercatat dijual sekitar Rp17.600 per kilogram. Adapun beras kualitas super II berada di angka Rp17.100 per kilogram.
Stabilnya harga beras menjadi kabar positif bagi masyarakat mengingat komoditas ini merupakan kebutuhan pokok yang paling banyak dikonsumsi. Kondisi tersebut juga mencerminkan pasokan yang masih mampu memenuhi kebutuhan pasar di berbagai daerah.
Di luar beras, sejumlah bahan pangan lainnya masih bergerak bervariasi. Telur ayam ras dipasarkan sekitar Rp29.750 per kilogram, sedangkan bawang merah mencapai Rp50.950 per kilogram dan bawang putih Rp43.600 per kilogram.
Kelompok cabai masih menjadi komoditas dengan harga relatif tinggi. Cabai merah besar dijual Rp53.100 per kilogram, cabai merah keriting Rp53.500 per kilogram, cabai rawit hijau Rp51.900 per kilogram, sementara cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp69.750 per kilogram.
Untuk kebutuhan protein, daging ayam ras segar tercatat berada di level Rp37.200 per kilogram. Daging sapi kualitas I dipasarkan sekitar Rp149.200 per kilogram, sedangkan kualitas II mencapai Rp140.200 per kilogram.
Sementara itu, harga gula pasir premium berada di angka Rp20.300 per kilogram dan gula pasir lokal Rp19.750 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, minyak goreng curah dipasarkan sekitar Rp20.550 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.200 per liter, sedangkan kemasan bermerek II dijual sekitar Rp23.350 per liter.
Pemantauan harga pangan secara berkala menjadi acuan penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk melihat perkembangan pasar.
Dengan harga beras yang masih stabil, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga meski beberapa komoditas hortikultura masih berada pada level yang cukup tinggi.
Ikuti perkembangan harga pangan nasional dan berita ekonomi terbaru hanya di https://JurnalLugas.Com.
(William)






