JurnalLugas.Com — Bencana gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus menyisakan duka mendalam. Pemerintah setempat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia terus bertambah hingga mencapai 1.430 orang, sementara ribuan warga lainnya mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal.
Data terbaru yang disampaikan pemerintah pada Sabtu (27/6) menunjukkan sedikitnya 3.238 orang mengalami cedera akibat guncangan kuat yang melanda sejumlah wilayah. Selain itu, lebih dari tiga ribu keluarga kini harus mengungsi setelah rumah mereka rusak atau tidak lagi layak dihuni.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan pemerintah masih terus melakukan pendataan di berbagai daerah terdampak sembari mengerahkan bantuan kemanusiaan.
“Kami berduka atas wafatnya 1.430 saudara-saudari kami. Belasungkawa kami sampaikan kepada seluruh keluarga korban,” ujar Rodriguez.
Ia menegaskan bahwa seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan, sementara keluarga yang kehilangan tempat tinggal akan memperoleh bantuan darurat dan fasilitas pengungsian hingga kondisi kembali stabil.
Pemerintah mencatat sebanyak 3.142 keluarga kehilangan hunian akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa. Berbagai kebutuhan pokok, mulai dari makanan, air bersih, layanan kesehatan hingga tempat tinggal sementara, terus didistribusikan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak.
Di sektor kesehatan, respons darurat terus diperkuat. Tim medis telah memberikan sekitar 12.000 layanan konsultasi kesehatan kepada masyarakat di lokasi bencana. Selain itu, lebih dari 5.000 warga telah menerima pelayanan langsung melalui pos-pos kesehatan yang didirikan di sejumlah titik strategis.
Upaya pencarian dan evakuasi juga masih berlangsung karena petugas masih menyisir kawasan yang mengalami kerusakan berat.
Pemerintah bersama relawan dan aparat terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Bencana ini menjadi salah satu ujian kemanusiaan terbesar yang dihadapi Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan pemulihan layanan dasar serta percepatan bantuan bagi masyarakat yang terdampak agar aktivitas kehidupan dapat kembali berjalan secara bertahap.
Baca berita nasional dan internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






