Perang Afghanistan-Pakistan Memuncak, Kabul Klaim Serang Basis ISIS di Wilayah Pakistan

JurnalLugas.Com – Eskalasi keamanan di kawasan Asia Selatan kembali meningkat setelah Afghanistan mengklaim telah melancarkan operasi udara ke wilayah Pakistan yang disebut menargetkan markas kelompok ISIS.

Di sisi lain, Pakistan menyatakan berhasil menggagalkan upaya penyusupan melalui udara dengan menembak jatuh sejumlah drone yang melintas dari arah perbatasan Afghanistan.

Bacaan Lainnya

Pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebutkan bahwa Angkatan Udara negara itu melakukan serangan terhadap lokasi yang diyakini menjadi tempat persembunyian militan ISIS di Provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Menurut otoritas Afghanistan, operasi tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi jaringan ISIS, baik dari sisi personel maupun fasilitas yang digunakan kelompok tersebut.

“Operasi diarahkan pada lokasi yang menjadi basis aktivitas kelompok ISIS dan pendukungnya,” demikian keterangan singkat Kementerian Pertahanan Afghanistan.

Sementara itu, militer Pakistan memberikan versi berbeda terkait situasi di perbatasan. Melalui Departemen Hubungan Masyarakat Antarlayanan (ISPR), Islamabad mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mendeteksi empat drone sederhana yang diduga diterbangkan dari wilayah Afghanistan.

Drone-drone tersebut disebut memasuki wilayah udara Provinsi Balochistan pada 30 Juni sebelum akhirnya berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan Pakistan.

Militer Pakistan menegaskan pihaknya akan mempertahankan integritas wilayah nasional dari setiap ancaman yang datang dari luar perbatasan.

Dalam pernyataannya, ISPR menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan Pakistan akan direspons secara cepat dan tegas apabila kembali terjadi.

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang berbagi garis perbatasan sepanjang lebih dari 2.600 kilometer.

Sejak akhir Juni 2026, Afghanistan dan Pakistan dilaporkan beberapa kali terlibat kontak senjata di sejumlah titik perbatasan.

Baik Kabul maupun Islamabad sama-sama menyatakan operasi militer yang dilakukan bertujuan menindak kelompok bersenjata dan organisasi teroris yang beroperasi di kawasan perbatasan.

Namun, perbedaan klaim dari kedua pihak menunjukkan situasi keamanan di wilayah tersebut masih jauh dari kata stabil.

Pengamat menilai meningkatnya aksi militer lintas batas berpotensi memperburuk hubungan bilateral kedua negara sekaligus menambah tantangan dalam upaya menjaga stabilitas kawasan Asia Selatan yang selama ini kerap menghadapi ancaman kelompok ekstremis.

Masyarakat internasional kini menaruh perhatian terhadap perkembangan konflik tersebut, mengingat eskalasi yang terus meningkat berisiko memicu ketegangan yang lebih luas apabila tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Baca berita internasional dan informasi terkini lainnya di https://JurnalLugas.com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Operasi Sindoor Tahan Pakistan Respons Keras India Usai Serangan Teroris di Kashmir

Pos terkait