JurnalLugas.Com – Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kota Medan menyatakan dukungannya terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029.
Dalam regulasi tersebut, penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) dimasukkan sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter yang perlu mendapat perhatian dalam kerangka kebijakan pertahanan negara.
Dukungan itu disampaikan Wakil Ketua PD Al Washliyah Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution, yang menilai kehadiran Perpres tersebut memberikan arah bagi pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat.
Menurut Mulia, organisasinya memandang penguatan nilai keluarga dan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan bangsa.
Ia mengatakan banyak orang tua menyampaikan keresahan mengenai pengaruh berbagai konten di ruang digital terhadap perkembangan anak dan remaja.
“Kami melihat Perpres ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap isu-isu sosial yang dinilai berdampak pada kehidupan bermasyarakat. Penguatan keluarga dan pendidikan karakter harus menjadi prioritas,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Dorong Langkah Konkret di Tingkat Daerah
Al Washliyah Kota Medan juga mendorong pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kebijakan nasional melalui program yang berorientasi pada penguatan ketahanan sosial.
Menurut Mulia, langkah tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi masyarakat, pembinaan keluarga, serta peningkatan literasi digital bagi anak dan remaja.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah bersama DPRD mengkaji kebijakan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjaga nilai-nilai sosial yang berkembang di masyarakat.
Peran Orang Tua dan Sekolah Dinilai Strategis
Selain aspek regulasi, Al Washliyah menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Menurut Mulia, pengawasan penggunaan gawai, pendampingan terhadap aktivitas digital anak, serta komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga menjadi langkah preventif yang perlu diperkuat.
“Keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua perlu hadir memberikan pendampingan sekaligus edukasi yang berkelanjutan,” katanya.
Al Washliyah Kota Medan menegaskan akan terus berkontribusi melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan pembangunan karakter generasi muda.
Baca berita nasional, kebijakan publik, dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com.
(Agus Sitorus)






