JurnalLugas.Com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah tidak semata-mata diukur dari angka pembangunan, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan harapan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi paling rentan.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran 10 buku karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan keberadaan pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian.
Menurutnya, ketika masyarakat yang berada dalam kondisi sulit mulai dapat tersenyum, hal tersebut menjadi tanda bahwa negara berhasil memberikan harapan.
Prabowo menekankan bahwa pemimpin seharusnya bekerja untuk membantu masyarakat kecil, miskin, dan mereka yang memiliki keterbatasan dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Ia pun meyakini pemerintahan yang dipimpinnya masih berada dalam jalur yang benar dalam menjalankan agenda tersebut.
“Kalau rakyat yang paling tidak berdaya mulai bisa tersenyum, berarti ada harapan,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Presiden kemudian menyinggung sejumlah program pembangunan yang menurutnya telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan dan perbaikan jembatan di berbagai desa.
Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk teknologi.
Ia menyebut pemerintah telah mendekati angka 2.500 jembatan yang dibangun di desa-desa di berbagai wilayah Indonesia.
Prabowo mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari pola kerja pemerintah yang berusaha menangkap persoalan masyarakat secara cepat.
Ketika keluhan muncul, pemerintah diminta tidak berlama-lama mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi segera mengambil tindakan.
Persoalan infrastruktur desa, khususnya jembatan, menurut Prabowo sebenarnya juga dapat ditangani pemerintah desa melalui dukungan Dana Desa yang setiap tahun dikucurkan untuk pembangunan di tingkat desa.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan jembatan desa sangat beragam, mulai dari ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.
Namun, Prabowo menegaskan pemerintah pusat tidak ingin menjadikan keterbatasan tersebut sebagai alasan untuk membiarkan keluhan masyarakat berlarut-larut.
Presiden meminta jajaran pemerintahan mulai dari gubernur, bupati, camat hingga kepala desa memiliki kepekaan terhadap persoalan yang disampaikan warga.
Jika masalah tersebut tidak mampu diselesaikan di tingkat daerah, pemerintah pusat siap mengambil alih penanganannya.
“Jangan sibuk mencari kambing hitam. Kalau memang rakyat membutuhkan, kita selesaikan,” ujar Prabowo.
Bagi Prabowo, pendekatan tersebut menjadi bagian dari prinsip kerja pemerintahannya. Negara harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang tidak mampu mereka selesaikan sendiri.
Selain pembangunan jembatan, Prabowo juga mengungkapkan percepatan renovasi sekolah di berbagai daerah. Pemerintah, kata dia, sedang mengejar target perbaikan puluhan ribu bangunan sekolah.
Hingga akhir tahun ini, jumlah sekolah yang diperbaiki ditargetkan dapat melampaui 70.000 unit. Sementara pada tahun berikutnya, pemerintah memasang sasaran hingga 100.000 sekolah.
Program tersebut tidak berhenti pada satu atau dua tahun. Prabowo menyebut pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki dalam tiga tahun mendatang.
Perhatian serupa juga diarahkan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas yang selama puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan disebut menjadi bagian dari sasaran pembangunan pemerintah.
Prabowo mengatakan fasilitas kesehatan yang telah berusia lebih dari 30 tahun dan belum mendapatkan pembenahan akan diperbaiki.
Deretan program tersebut, menurut Presiden, menunjukkan upaya pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Infrastruktur dasar, pendidikan, dan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari pelayanan negara yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Prabowo kembali menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah harus terus bergerak di jalur yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baginya, ukuran keberhasilan bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan seberapa jauh rakyat yang selama ini berada dalam kondisi paling sulit dapat merasakan perubahan.
Ketika masyarakat yang paling lemah mulai memiliki harapan, pemerintah dinilai telah menjalankan fungsi utamanya sebagai pelayan rakyat.
JurnalLugas.Com — menyajikan berita nasional dan perkembangan pemerintahan secara lugas, aktual, dan berimbang.
(Catur)






