Rocky Gerung dan Jokowi, PSI Singgung Soal “Ningrat Politik”

JurnalLugas.Com – Sikap pengamat politik Rocky Gerung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian.

Perubahan nada kritik Rocky dibandingkan saat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memunculkan berbagai tafsir di ruang publik.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama memiliki pandangan berbeda. Ia menilai perubahan sikap tersebut tidak berkaitan dengan tekanan atau kepentingan politik yang membuat Rocky tersandera.

Menurut Dian, persoalannya lebih berkaitan dengan pandangan Rocky terhadap Jokowi.

“Bukan tersandera, tapi memang tidak suka Pak Jokowi saja,” kata Dian.

Dian kemudian mengaitkan sikap tersebut dengan latar belakang Jokowi yang menurutnya bukan berasal dari kelompok elite politik lama. Ia menilai hal itu ikut memengaruhi cara Rocky melihat mantan Presiden RI tersebut.

“Karena dianggap bukan ‘ningrat politik’,” ujar Dian.

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap posisi Rocky Gerung dalam melihat pemerintahan Prabowo.

Rocky tetap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan, tetapi sikapnya terhadap pemerintahan saat ini dinilai sebagian pihak berbeda dibandingkan ketika Jokowi masih berkuasa.

Dian juga menyinggung cara Jokowi menghadapi kritik. Menurutnya, Jokowi yang memilih tidak memberikan tanggapan terhadap sebuah isu dapat dimaknai sebagai tanda bahwa persoalan tersebut tidak dianggap penting.

“Kembali ke pasal satu, selama Pak Jokowi tidak menanggapi, artinya tidak penting,” kata Dian.

Pernyataan Dian menambah dinamika perdebatan mengenai hubungan Rocky Gerung dengan Jokowi sekaligus cara pengamat tersebut membaca pemerintahan Prabowo.

Namun, penilaian mengenai alasan di balik sikap Rocky tetap merupakan pandangan politik Dian.

Perubahan sikap seorang pengamat terhadap pemerintahan dapat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan, sehingga tidak otomatis dapat disimpulkan hanya dari satu pernyataan.

Polemik ini kembali menunjukkan bahwa kritik politik tidak hanya berkaitan dengan siapa yang dikritik, tetapi juga bagaimana seorang tokoh membaca arah kekuasaan dari waktu ke waktu.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
https://JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Gerindra Puspoll Klaim Kepuasan Publik Kinerja Prabowo Tembus 64,8 Persen

Pos terkait