JurnalLugas.Com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin pagi, 17 Agustus 2026.
Guncangan terjadi saat masyarakat menjalani aktivitas Hari Kemerdekaan dan tercatat berpusat di wilayah laut dekat Nagekeo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 07.46.43 WIB. Episenter berada pada koordinat 8,38 Lintang Selatan dan 121,52 Bujur Timur.
Pusat gempa berada sekitar 40 kilometer timur laut Nagekeo. BMKG mencatat kedalaman sumber gempa hanya 10 kilometer, sehingga tergolong gempa dangkal.
Meski terjadi di wilayah laut dan memiliki kekuatan cukup signifikan, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi resmi BMKG juga meminta masyarakat tetap berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan.
Guncangan dilaporkan terasa di sejumlah wilayah di sekitar pusat gempa. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, getaran mencapai skala III di Sumba Timur serta III-IV MMI di Ende, Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai.
Data tersebut menunjukkan bahwa gempa tidak hanya tercatat oleh instrumen pemantauan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah daerah NTT. Intensitas getaran dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, tergantung jarak dari episenter dan kondisi setempat.
BMKG menyebut pusat gempa berada di laut sekitar 40 kilometer timur laut Nagekeo. Sementara itu, laman gempa BMKG juga memutakhirkan lokasi kejadian sebagai sekitar 39 kilometer barat laut Ende, NTT, dengan koordinat yang sama, yakni 8,38 LS dan 121,52 BT.
Dengan kedalaman 10 kilometer, gempa ini masuk kategori gempa dangkal. Gempa dengan sumber yang relatif dekat permukaan dapat menghasilkan guncangan yang lebih terasa di wilayah sekitar episenter, meskipun tingkat dampaknya tetap dipengaruhi berbagai kondisi lokal.
Masyarakat di wilayah yang merasakan gempa diminta tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Warga juga perlu memeriksa kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal atau lokasi aktivitas untuk memastikan tidak ada kerusakan yang berpotensi membahayakan.
Yang tidak kalah penting, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Pembaruan terkait gempa susulan maupun kondisi setelah gempa sebaiknya merujuk langsung pada kanal resmi BMKG.
BMKG melalui informasi peringatannya juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Gempa M5,8 Nagekeo ini menjadi pengingat bahwa wilayah NTT berada di kawasan dengan aktivitas tektonik yang tinggi.
Kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap kejadian gempa, terutama dengan memastikan jalur evakuasi, kondisi bangunan dan perlengkapan darurat selalu siap digunakan.
Untuk saat ini, poin terpenting dari informasi BMKG adalah gempa berkekuatan M5,8 tersebut tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat tetap diminta tenang, waspada terhadap gempa susulan dan menunggu perkembangan informasi dari lembaga resmi.
Baca berita terkini dan informasi terpercaya lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Catur)






