Grace Natalie Jawab Kritik Kunjungan Jokowi ke Palue Sikka NTT

JurnalLugas.Com – Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai kritik karena dilakukan sekitar sebulan setelah gempa.

Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai waktu kunjungan tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran untuk melihat penanganan bencana.

Bacaan Lainnya

Grace menyampaikan tanggapannya melalui video yang diunggah pada Sabtu (19/9/2026). Menurut dia, penanganan bencana memiliki beberapa tahapan, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Pada fase awal, kebutuhan utama adalah makanan, obat-obatan, evakuasi, tenda, dan kebutuhan dasar,” kata Grace.

Ia kemudian menyoroti kondisi warga Palue yang menurutnya masih menghadapi dampak gempa. Sebagian warga disebut masih tinggal di pengungsian, rumah belum dapat ditempati, kegiatan belajar berlangsung dalam kondisi darurat, dan tempat ibadah mengalami kerusakan.

Dalam kunjungan pada 16-17 September 2026, Jokowi menyerahkan bantuan berupa 4.000 sak semen, 3.000 lembar seng, serta 100 tandon air kepada Pemerintah Kabupaten Sikka.

Bantuan tersebut direncanakan disalurkan kepada masyarakat di delapan desa di Kecamatan Palue.

Grace mengatakan jenis bantuan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemulihan, bukan kebutuhan tanggap darurat.

“Semen dan seng untuk perbaikan, sedangkan tandon membantu penyediaan air bersih,” ujarnya.

Karena itu, Grace menggeser fokus perdebatan dari persoalan waktu kedatangan Jokowi ke kondisi masyarakat setelah bencana. Menurut dia, ukuran yang lebih penting adalah apakah warga sudah kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Pertanyaannya bukan mengapa baru datang setelah sebulan, tetapi apakah masyarakat Palue sudah pulih?” kata Grace.

Jokowi sendiri saat berada di Palue meninjau rumah warga yang rusak akibat gempa dan bermalam di tenda pengungsian.

Bantuan bahan bangunan dan tandon air kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan kepada warga terdampak.

Perdebatan mengenai kunjungan tersebut kini tidak hanya berkaitan dengan waktu kedatangan, tetapi juga kebutuhan pemulihan warga Palue yang masih terdampak gempa.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Dedi Mulyadi Jawab Kritik Nyinyir soal Pergi ke NTT Saat Libur

Pos terkait