JurnalLugas.Com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kritik yang muncul setelah dirinya memilih berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu warga terdampak gempa.
Dedi mengatakan keberangkatannya bukan untuk kepentingan pribadi. Ia datang bersama rombongan membawa bantuan kemanusiaan dari Jawa Barat bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Menanggapi pihak yang kecewa karena dirinya pergi ke NTT saat masa libur, Dedi meminta persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan.
“Yang terkena musibah seharusnya menjadi perhatian kita, bukan orang yang membantu,” kata Dedi, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, ketika bencana terjadi, energi masyarakat sebaiknya diarahkan untuk membantu korban bukan nyinyir berbuat baik. Perdebatan mengenai keputusan seseorang yang datang memberikan bantuan dinilai tidak lebih penting dibanding kebutuhan warga terdampak.
Dedi sebelumnya bertolak ke NTT pada Jumat (21/8/2026) bersama Wali Kota Depok Supian Suri. Kedatangan tersebut membawa bantuan yang dihimpun dari berbagai unsur di Jawa Barat.
Total bantuan yang dibawa disebut mencapai Rp4,5 miliar. Bantuan tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga, dunia usaha serta masyarakat Jawa Barat.
Bagi Dedi, keterlibatan banyak pihak menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian bersama. Bantuan tidak semata-mata menjadi urusan pemerintah, tetapi juga bentuk solidaritas masyarakat kepada warga yang sedang mengalami kesulitan.
Ia pun memilih tidak memperpanjang polemik mengenai keberangkatannya. Dedi menegaskan bahwa fokus utama harus tetap diarahkan kepada masyarakat NTT yang membutuhkan pertolongan setelah gempa.
Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa dalam situasi bencana, aksi kemanusiaan seharusnya mendapat ruang lebih besar dibanding perdebatan mengenai siapa yang datang membantu.
Baca berita daerah dan nasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto)






