Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat TNI AU

JurnalLugas.Com — Pemerintah mulai mengarahkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, sebagai bagian dari penguatan kemampuan pemeliharaan dan perawatan pesawat milik TNI Angkatan Udara.

Pengembangan ini tidak hanya menyasar pesawat angkut, tetapi ke depan juga diproyeksikan mendukung perawatan pesawat tempur.

Bacaan Lainnya

Kementerian Pertahanan menilai langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas perawatan di luar negeri. Jika kemampuan pemeliharaan dapat dibangun di dalam negeri, Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan teknologi, tenaga teknis, sekaligus industri pertahanan nasional.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan Kertajati sedang dikembangkan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan pesawat TNI AU secara bertahap.

Menurutnya, pengembangan itu pada tahap awal mencakup pesawat angkut seperti Hercules. Kemampuan untuk menangani pesawat tempur masih menjadi arah pengembangan berikutnya.

Rico menegaskan konsep khusus untuk MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) pesawat tempur belum ditetapkan, termasuk jenis pesawat dan pola pengerjaannya.

Baca Juga  Keunggulan Jet Tempur Rafale TNI AU, Kemampuan Misi Multirole

Penguatan fasilitas MRO di dalam negeri dinilai bukan sekadar persoalan teknis. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni membangun kemandirian pertahanan agar kemampuan merawat alutsista tidak sepenuhnya bergantung kepada pihak asing.

Transfer teknologi juga menjadi bagian penting. Keterlibatan industri nasional dalam pemeliharaan pesawat berpotensi meningkatkan kemampuan tenaga ahli Indonesia sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan pertahanan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut melihat peluang besar Kertajati menjadi salah satu pusat perawatan pesawat TNI AU. Optimisme itu diperkuat oleh kemampuan industri nasional yang mulai menunjukkan perkembangan dalam menangani perawatan pesawat berukuran besar.

Salah satu bukti yang menjadi perhatian adalah keberhasilan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melakukan pemeliharaan berat pesawat Hercules. Kemampuan tersebut dinilai menunjukkan bahwa sumber daya manusia dan teknologi dalam negeri semakin siap menangani kebutuhan strategis pertahanan.

Dalam pengembangan MRO Kertajati, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan GMF diproyeksikan memiliki peran penting.

Baca Juga  Burhanuddin 85% Percaya TNI 82% Percaya Presiden Bagaimana Korupsi?

Namun, pemerintah belum menetapkan kapan fasilitas tersebut dapat digunakan untuk perawatan pesawat tempur. Fokus saat ini masih pada pengembangan kemampuan MRO pesawat angkut.

Sjafrie menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah memperbesar kemampuan pertahanan dengan mengandalkan tenaga teknis Indonesia.

“Kita ingin kemampuan teknis pertahanan semakin kuat dengan mengutamakan putra-putri bangsa,” ujar Sjafrie.

Jika rencana tersebut terealisasi, Kertajati tidak hanya menjadi fasilitas perawatan pesawat, tetapi berpotensi menjadi salah satu simpul penting dalam membangun kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Kemampuan memperbaiki dan merawat alutsista sendiri akan menjadi bagian penting dari kesiapan TNI AU sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas asing.

Baca berita dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait