JurnalLugas.Com — Jumlah korban meninggal dalam serangan yang menghantam sebuah upacara pernikahan di Kecamatan Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, bertambah menjadi lima orang.
Otoritas kesehatan setempat menyebut satu korban lainnya meninggal setelah mengalami luka parah. Sebanyak 70 orang dilaporkan terluka akibat insiden yang terjadi pada Selasa malam, 1 September 2026.
Kepala Bidang Ilmu Pengetahuan Medis Universitas Hormozgan, Pejman Shahrokhi, mengatakan korban terakhir bernama Asieh Moulaeinejad. Ia meninggal setelah kondisi lukanya memburuk.
Sebelumnya, pemerintah Iran melaporkan empat orang tewas dan 68 lainnya terluka ketika lokasi upacara pernikahan terkena serangan yang diduga dilakukan pasukan Amerika Serikat.
Insiden tersebut langsung mendapat perhatian karena serangan terjadi saat masyarakat tengah menggelar acara pernikahan. Iran menilai kejadian itu menimbulkan korban dari kalangan warga sipil.
Namun, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah bahwa pasukannya menargetkan warga sipil dalam operasi tersebut.
CENTCOM menyatakan serangkaian serangan yang dilancarkan AS pada malam yang sama menyasar fasilitas militer milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Sasaran yang disebut antara lain sistem pertahanan udara, radar, fasilitas angkatan laut serta infrastruktur komunikasi.
Perbedaan keterangan antara Iran dan AS membuat insiden di Sirik menjadi bagian penting dari eskalasi konflik kedua negara. Sementara itu, jumlah korban luka masih menjadi perhatian otoritas kesehatan Iran.
Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






