Presiden Iran Tantang Blokade AS, Sebut 15 Negara Tetangga Jadi Jalur Alternatif

JurnalLugas.Com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak mudah diisolasi melalui blokade Amerika Serikat. Iran memiliki perbatasan dengan 15 negara yang dinilai dapat menjadi jalur alternatif untuk menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian pada Kamis (8/10), menjelang keberangkatannya ke Turkmenistan untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara CIS dan KTT Lingkungan Hidup Kaspia.

Bacaan Lainnya

Menurut Pezeshkian, posisi geografis Iran yang berbatasan dengan banyak negara memberi ruang bagi Teheran untuk mempertahankan kerja sama lintas negara, meskipun menghadapi tekanan dari Washington.

Baca Juga  Mayoritas Warga AS Merasa Hidup Makin Sulit di Era Trump, Ekonomi Terpuruk

Ia menegaskan, banyaknya negara tetangga membuat upaya memblokade Iran tidak bisa dilakukan dengan mudah. Jalur hubungan dengan negara-negara tersebut juga dinilai membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, politik, hingga keamanan.

Kunjungan ke Turkmenistan, lanjut Pezeshkian, akan dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan sekaligus membahas strategi menghadapi pendekatan sepihak dalam hubungan internasional.

Di tengah tekanan Amerika Serikat, Iran berupaya menjaga konektivitas regional agar tidak bergantung pada satu jalur hubungan luar negeri. Kedekatan geografis dengan sejumlah negara menjadi salah satu modal Teheran untuk mempertahankan hubungan ekonomi dan diplomatik.

Amerika Serikat saat ini menerapkan blokade maritim terhadap Iran serta menjatuhkan sanksi yang membatasi kemampuan maskapai negara tersebut melayani penerbangan ke berbagai negara.

Baca Juga  JD Vance Selat Hormuz Mulai Ramai Kembali, AS Optimistis Perdamaian dengan Iran Bertahan

Teheran menilai pembatasan terbaru terhadap penerbangan itu sebagai bentuk “blokade udara”, yang menambah tekanan terhadap akses transportasi internasional Iran.

Pernyataan Pezeshkian menunjukkan bahwa Iran ingin mengandalkan hubungan dengan negara-negara tetangga untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat.

Namun, efektivitas strategi tersebut tetap bergantung pada kemampuan Iran mempertahankan jalur perdagangan dan kerja sama lintas batas.

Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait